Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Akademisi : Kata Ndas Bedag Bisa Berkonotasi Gurauan atau Umpatan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya-Universitas Udayana Dr. Dewa Gede Windhu mengungkapkan bahwa kata ndas bedag memiliki dua konotasi yaitu bisa berkonotasi gurauan atau umpatan, tergantung konteksnya. Namun secara umum ungkapan nas bedag berarti bahwa seseorang atau sesuatu itu tidak penting, tidak bernilai atau remeh.
Menurut Windhu, pernyataan ndas bedag cagub Wayan Koster yang viral di media sosial tentang gerakan Bali Tolak Reklamasi cenderung mengarah ke bentuk umpatan.
“Mungkin maksudnya gurauan, tapi karena cara pengucapannya seperti itu, jelas sekali terasa dan terdengar sebagai umpatan yang meremehkan” kata Windu yang merupakan Dosen Sastra Bali di Universitas Udayana saat dikonfirmasi di Denpasar pada Senin (23/4).
Windhu Sancaya menyampaikan kata ndas bedag kurang pantas diucapkan di depan forum, karena dampaknya sangat luas. Apalagi kata-kata seperti itu bisa dianggap mencerminkan karakter dan kepribadian sang publik figur. Hal ini tentu sangat merugikan yang bersangkutan, baik diungkapkan secara sadar maupun tidak sadar.
Ungkapan kata ndas bedag juga tidak dapat dikait-kaitkan dengan karakter orang dari daerah tertentu, mengingat belum tentu karakter orang dari satu daerah sama.
“Gak semua orang Buleleng seperti itu, jangan gunakan itu sebagai alasan pembenar, gak ada hubunganya juga dengan melestarikan kata ndas bedag” tegas lulusan magister Universitas Indonesia tersebut.
Windhu mengungkapkan selama ini ada yang memakai istilah ndas bedag, adah bedag atau bebedag, namun semua itu memiliki makna, maksud dan tujuan yang sama. Perbedaan pengungkapan tersebut hanya bagian dari varian kata saja.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 475 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 383 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan