Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Akademisi Unud : Polling Pilgub yang Muncul Tidak Mendidik Secara Politik
Selasa, 1 Mei 2018,
21:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengamat politik yang juga Dosen Universitas Udayana Bali Dr.Drs.IGPB Suka Arjawa,MSi. menyesalkan berbagai polling dalam Pilgub Bali yang ditayangkan berbagai media atau pun dilakukan oleh beberapa perusahan media online Bali. Ia menilai beberapa polling yang dilakukan sama sekali tidak mengedukasi masyarakat secara politik.
"Saya tidak mau masuk ke dalam persoalan politik apalagi membela Paslon tertentu. Saya hanya mengingatkan agar masyarakat harus mencermati secara cerdas soal beberapa polling yang dilakukan selama ini di Bali. Karena publikasi dari polling harus lengkap, metodis dan ilmiah," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) itu saat dihubungi wartawan di Denpasar, Senin (30/4/2018).
Menurutnya, polling Pilkada bila itu dipublikasikan ke publik maka harus memperhatikan beberapa hal penting. Minimal dua hal penting harus dijelaskan secara menyeluruh.
Pertama, perlu ada penjelasan secara rinci bagaimana metodologi yang digunakan, komposisi responden yang digunakan sesuai dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten di Bali dan sebagainya.
Kedua, perlu juga dijelaskan margin error bila itu menyangkut perolehan angka keterpilihan. Sebab bila margin eror tidak dijelaskan maka sesungguhnya survei tidak memenuhi unsur ilmiah dan cenderung menguntungkan pasangan tertentu. Angka-angka yang dimunculkan selalu di atas dan tidak ada margin error, sementara dalam survei manapun selalu dimungkinkan ada margin error.
Survei dalam kontek Pilkada harus mampu mendidik masyarakat secara politik.
"Kalau survei yang tidak memenuhi unsur-unsur ilmiah kemudian hasil survei itu dipublikasikan maka masyarakat bukannya teredukasi secara politik, tetapi malah membuat semakin apatis terhadap politik. Yang rugi malah masyarakat dan malah Paslon atau kandidat yang disurvey," ujarnya.
Saat ini masyarakat sudah paham dengan politik. Survei dari lembaga yang tidak resmi malah akan merugikan kandidat itu sendiri, karena hanya ingin menaikkan pencitraan dan terindikasi menggiring opini secara tidak bermartabat.[bbn/rls/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1212 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 943 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 774 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 703 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026