Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
Akademisi Unud : Polling Pilgub yang Muncul Tidak Mendidik Secara Politik
Selasa, 1 Mei 2018,
21:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengamat politik yang juga Dosen Universitas Udayana Bali Dr.Drs.IGPB Suka Arjawa,MSi. menyesalkan berbagai polling dalam Pilgub Bali yang ditayangkan berbagai media atau pun dilakukan oleh beberapa perusahan media online Bali. Ia menilai beberapa polling yang dilakukan sama sekali tidak mengedukasi masyarakat secara politik.
"Saya tidak mau masuk ke dalam persoalan politik apalagi membela Paslon tertentu. Saya hanya mengingatkan agar masyarakat harus mencermati secara cerdas soal beberapa polling yang dilakukan selama ini di Bali. Karena publikasi dari polling harus lengkap, metodis dan ilmiah," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) itu saat dihubungi wartawan di Denpasar, Senin (30/4/2018).
Menurutnya, polling Pilkada bila itu dipublikasikan ke publik maka harus memperhatikan beberapa hal penting. Minimal dua hal penting harus dijelaskan secara menyeluruh.
Pertama, perlu ada penjelasan secara rinci bagaimana metodologi yang digunakan, komposisi responden yang digunakan sesuai dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten di Bali dan sebagainya.
Kedua, perlu juga dijelaskan margin error bila itu menyangkut perolehan angka keterpilihan. Sebab bila margin eror tidak dijelaskan maka sesungguhnya survei tidak memenuhi unsur ilmiah dan cenderung menguntungkan pasangan tertentu. Angka-angka yang dimunculkan selalu di atas dan tidak ada margin error, sementara dalam survei manapun selalu dimungkinkan ada margin error.
Survei dalam kontek Pilkada harus mampu mendidik masyarakat secara politik.
"Kalau survei yang tidak memenuhi unsur-unsur ilmiah kemudian hasil survei itu dipublikasikan maka masyarakat bukannya teredukasi secara politik, tetapi malah membuat semakin apatis terhadap politik. Yang rugi malah masyarakat dan malah Paslon atau kandidat yang disurvey," ujarnya.
Saat ini masyarakat sudah paham dengan politik. Survei dari lembaga yang tidak resmi malah akan merugikan kandidat itu sendiri, karena hanya ingin menaikkan pencitraan dan terindikasi menggiring opini secara tidak bermartabat.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 145 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 124 Kali
03
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 98 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 78 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 71 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026