Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Akademisi Unud : Polling Pilgub yang Muncul Tidak Mendidik Secara Politik

Selasa, 1 Mei 2018, 21:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Pengamat politik yang juga Dosen Universitas Udayana Bali Dr.Drs.IGPB Suka Arjawa,MSi. menyesalkan berbagai polling dalam Pilgub Bali yang ditayangkan berbagai media atau pun dilakukan oleh beberapa perusahan media online Bali. Ia menilai beberapa polling yang dilakukan sama sekali tidak mengedukasi masyarakat secara politik. 
 
"Saya tidak mau masuk ke dalam persoalan politik apalagi membela Paslon tertentu. Saya hanya mengingatkan agar masyarakat harus mencermati secara cerdas soal beberapa polling yang dilakukan selama ini di Bali. Karena publikasi dari polling harus lengkap, metodis dan ilmiah," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) itu saat dihubungi wartawan di Denpasar, Senin (30/4/2018).
 
Menurutnya, polling Pilkada bila itu dipublikasikan ke publik maka harus memperhatikan beberapa hal penting. Minimal dua hal penting harus dijelaskan secara menyeluruh. 
 
Pertama, perlu ada penjelasan secara rinci bagaimana metodologi yang digunakan, komposisi responden yang digunakan sesuai dengan jumlah pemilih di setiap kabupaten di Bali dan sebagainya. 
 
Kedua, perlu juga dijelaskan margin error bila itu menyangkut perolehan angka keterpilihan. Sebab bila margin eror tidak dijelaskan maka sesungguhnya survei tidak memenuhi unsur ilmiah dan cenderung menguntungkan pasangan tertentu. Angka-angka yang dimunculkan selalu di atas dan tidak ada margin error, sementara dalam survei manapun selalu dimungkinkan ada margin error.
 
Survei dalam kontek Pilkada harus mampu mendidik masyarakat secara politik. 
 
"Kalau survei yang tidak memenuhi unsur-unsur ilmiah kemudian hasil survei itu dipublikasikan maka masyarakat bukannya teredukasi secara politik, tetapi malah membuat semakin apatis terhadap politik. Yang rugi malah masyarakat dan malah Paslon atau kandidat yang disurvey," ujarnya. 
 
Saat ini masyarakat sudah paham dengan politik. Survei dari lembaga yang tidak resmi malah akan merugikan kandidat itu sendiri, karena hanya ingin menaikkan pencitraan dan terindikasi menggiring opini secara tidak bermartabat.[bbn/rls/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami