Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
TV Sebagai Baby Sitter, Anak Rentan Terpapar Siaran yang Tidak Mendidik
Rabu, 9 Mei 2018,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com.Badung, Dari penelitian lembaga survei Nielsen pada Juli 2017, diketahui masyarakat Indonesia sebanyak 96% memperoleh informasi dari televisi, sisanya sebesar 53% dari media luar ruang, 44% dari internet, 37% dari radio, sisanya dari Koran, tabloid dan majalah.
[pilihan-redaksi]
Menurut Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Kelembagaan Ubaidillah dari penelitian tersebut diperlukan peran KPI sebagai pengawas dan masyarakat yang perlu disadarkan melalui literasi media agar terhindar dari dampak negatif siaran yang tidak mendidik dan tidak berkualitas. Hal ini, kata dia rentan terjadi pada momen seperti Pilkada dan terdampak terutama pada anak-anak yang dinilai daya kritisnya belum terbentuk, waktu konsumsi media yang cukup tinggi, isi media yang tidak aman dan peran orang tua dan sekolah yang belum optimal.
Menurut Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Kelembagaan Ubaidillah dari penelitian tersebut diperlukan peran KPI sebagai pengawas dan masyarakat yang perlu disadarkan melalui literasi media agar terhindar dari dampak negatif siaran yang tidak mendidik dan tidak berkualitas. Hal ini, kata dia rentan terjadi pada momen seperti Pilkada dan terdampak terutama pada anak-anak yang dinilai daya kritisnya belum terbentuk, waktu konsumsi media yang cukup tinggi, isi media yang tidak aman dan peran orang tua dan sekolah yang belum optimal.
Rata-rata berdasarkan riset disebutkan waktu menonton TV anak-anak sebanyak 1.800 jam per tahun sedangkan bersekolah hanya 800 jam selama setahun. Idealnya, dari rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) dari hasil riset terhadap 87.025 anak di Inggris, Jepang, Kanada dan Amerika Serikat (1963-1978) menetapkan waktu menonton anak yang ideal adalah maksimal 2 jam per hari atau 10 jam per pekan.
"Orang tua saat ini juga sudah menganggap TV sebagai 'baby sitter' agar mereka bisa betah di rumah," ujarnya saat seminar Literasi Media di Seminyak, Badung, Rabu (9/5).
Terlebih jika dibandingkan dengan survei yang dilakukan KPI pada periode pertama pada Januari-Mei 2017 dan periode kedua pada Juni-Oktober 2017 menunjukkan kenaikan angka indeks kualitas kategori program TV yang tidak terlalu signifikan dari 2,84 menjadi 2,88.
Maka dari itu, Ubaidillah menenkankan pentingnya literasi media sebagai upaya untuk menghilangkan sikap ketergantungan pada media, menyediakan aktivitas alternatif, memberikan ruang ekspresi bagi publik dan memproduksi media alternatif. (bbn/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5489 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2310 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026