Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 2 Mei 2026
TV Sebagai Baby Sitter, Anak Rentan Terpapar Siaran yang Tidak Mendidik
Rabu, 9 Mei 2018,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com.Badung, Dari penelitian lembaga survei Nielsen pada Juli 2017, diketahui masyarakat Indonesia sebanyak 96% memperoleh informasi dari televisi, sisanya sebesar 53% dari media luar ruang, 44% dari internet, 37% dari radio, sisanya dari Koran, tabloid dan majalah.
[pilihan-redaksi]
Menurut Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Kelembagaan Ubaidillah dari penelitian tersebut diperlukan peran KPI sebagai pengawas dan masyarakat yang perlu disadarkan melalui literasi media agar terhindar dari dampak negatif siaran yang tidak mendidik dan tidak berkualitas. Hal ini, kata dia rentan terjadi pada momen seperti Pilkada dan terdampak terutama pada anak-anak yang dinilai daya kritisnya belum terbentuk, waktu konsumsi media yang cukup tinggi, isi media yang tidak aman dan peran orang tua dan sekolah yang belum optimal.
Menurut Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bidang Kelembagaan Ubaidillah dari penelitian tersebut diperlukan peran KPI sebagai pengawas dan masyarakat yang perlu disadarkan melalui literasi media agar terhindar dari dampak negatif siaran yang tidak mendidik dan tidak berkualitas. Hal ini, kata dia rentan terjadi pada momen seperti Pilkada dan terdampak terutama pada anak-anak yang dinilai daya kritisnya belum terbentuk, waktu konsumsi media yang cukup tinggi, isi media yang tidak aman dan peran orang tua dan sekolah yang belum optimal.
Rata-rata berdasarkan riset disebutkan waktu menonton TV anak-anak sebanyak 1.800 jam per tahun sedangkan bersekolah hanya 800 jam selama setahun. Idealnya, dari rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) dari hasil riset terhadap 87.025 anak di Inggris, Jepang, Kanada dan Amerika Serikat (1963-1978) menetapkan waktu menonton anak yang ideal adalah maksimal 2 jam per hari atau 10 jam per pekan.
"Orang tua saat ini juga sudah menganggap TV sebagai 'baby sitter' agar mereka bisa betah di rumah," ujarnya saat seminar Literasi Media di Seminyak, Badung, Rabu (9/5).
Terlebih jika dibandingkan dengan survei yang dilakukan KPI pada periode pertama pada Januari-Mei 2017 dan periode kedua pada Juni-Oktober 2017 menunjukkan kenaikan angka indeks kualitas kategori program TV yang tidak terlalu signifikan dari 2,84 menjadi 2,88.
Maka dari itu, Ubaidillah menenkankan pentingnya literasi media sebagai upaya untuk menghilangkan sikap ketergantungan pada media, menyediakan aktivitas alternatif, memberikan ruang ekspresi bagi publik dan memproduksi media alternatif. (bbn/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 248 Kali
02
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 222 Kali
03
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026