Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Muatan Kurikulum Pembelajaran Dinilai Terlalu Banyak dan Luas
Minggu, 13 Mei 2018,
05:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Gubernur Pastika menyampaikan kritiknya terhadap kurikulum pembelajaran yang dinilai muatannya terlalu banyak dan sangat luas. Menurutnya hal ini menyebabkan pemahaman siswa terhadap suatu ilmu menjadi dangkal dan tidak terfokus.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Nasional serta Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Forum Guru IPS se-Indonesia (FOGIPSI) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/5).
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Nasional serta Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Forum Guru IPS se-Indonesia (FOGIPSI) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (12/5).
Kepada para guru, Gubernur Pastika juga mengingatkan bahwa guru merupakan basis terdepan dalam mencerdaskan bangsa, sehingga guru harus berupaya terus meningkatkan keprofesionalannya agar dapat menjalankan fungsi sebagai agen pembaharuan, pengembang IPTEK serta seni dan budaya. Guru diharapkan untuk terus mengisi diri, mau untuk belajar dan selalu berupaya untuk menjawab tantangan perubahan yang sangat sulit untuk diprediksi.
"Bukan yang pintar atau yang kuat yang akan bisa bertahan dan memenangkan persaingan, namun yang bisa mengikuti dan membaca arah perubahanlah yang akan bertahan dan memenangkannya. Untuk itu para guru harus bisa berpikir jauh kedepan, bisa mengikuti perubahan perkembangan yang ada. Peran guru amat penting dalam menentukan eksistensi bangsa di masa yang akan datang, "pungkasnya.
Lebih jauh, Gubernur Pastika yang turut didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan bahwa pendidikan karakter bagi para siswa amatlah penting untuk menanamkan disiplin, etika, tanggung jawab, jiwa kepedulian sosial dan lain-lainnya di tengah gempuran pesatnya kemajuan teknologi dan informasi dewasa ini.
Meskipun nantinya dicanangkan pendidikan yang berbasis online atau E-learning dimana para siswa bisa belajar secara online, mengerjakan latihan soal maupun ulangan secara online, namun peran guru dalam membangun siswa berkarakter tetap diperlukan dan ditingkatkan.
"Teori ataupun ilmu-ilmu mungkin siswa bisa dapatkan dari internet, namun karakter siswa harus dibangun, siswa harus tahu bagaimana disiplin, bagaimana etika yang baik dan lain sebagainya dan guru berperan penting dalam pembentukan karakter tersebut, "imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Gubernur Pastika yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi serta kekagumannya atas penampilan apik tarian yang dibawakan oleh para siswa menyampaikan bahwa pengenalan seni dan budaya juga merupakan salah satu contoh nyata pembangunan karakter bagi siswa, karena dengan belajar suatu tarian siswa harus disiplin dalam berlatih, dilatih fisik serta kemampuannya dalam mengingat setiap gerakan tarian.
Gubernur Pastika yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi serta kekagumannya atas penampilan apik tarian yang dibawakan oleh para siswa menyampaikan bahwa pengenalan seni dan budaya juga merupakan salah satu contoh nyata pembangunan karakter bagi siswa, karena dengan belajar suatu tarian siswa harus disiplin dalam berlatih, dilatih fisik serta kemampuannya dalam mengingat setiap gerakan tarian.
"Sekolah bukan hanya untuk mengisi otak, tapi juga untuk melatih fisik serta membangun karakter," tuturnya .
Sementara itu, Ketua FOGIPSI Bali Putu Ambon dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi ini diharapkan bisa menjadi wadah pemersatu yang sinergis kompeten, berkomitmen dan mampu berkonetifitas dengan baik disamping dapat meningkatkan kompetensi guru IPS melalui diklat serta bimbingan teknis.Organisasi ini juga diharapkan dapat menjadi tempat saling bertemu serta belajar antar guru IPS dalam upaya meningkatkan kompetensinya serta profesionalismenya dalam memberikan pelayanan pendidikan.
Seminar nasional dan bimbingan teknis meningkatkan kompetensi profesional guru ini dihadiri sekitar 328 guru IPS dari jenjang SD-SMA dari kabupaten/ kota se Bali serta peserta dari daerah lainnya di Indonesia. Pelaksanan seminar juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus FOGIPSI Bali masa bakti 2018-2022 oleh Ketua Umum FOGIPSI Edi Sumardi. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026