Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 24 September 2026
Biaya Reklamasi Teluk Benoa Rp 3 Triliun, Mantra-Kerta: Lebih Baik untuk Bangun Buleleng
Minggu, 13 Mei 2018,
17:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Calon Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menunjukkan sikap merakyat saat bertemu dengan Komunitas Muslim seluruh Buleleng di Gedung IMACO Eks Pelabuhan Singaraja, Minggu (13/5).
Bahkan, saat Sudikerta dipersilakan pemandu acara berorasi di atas panggung, Sudikerta menolak.
"Saya memilih sama rata duduk dengan masyarakat," ucapnya sembari menyapa ulama karismatik asal Jembrana, Al Habib Salim Bin Ali Bafaqih.
Pasangan Calon Gubernur Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra itu juga menegaskan posisinya di depan ratusan audiens bahwa dirinya hendak menjadi pemimpin Bali bukan penguasa tanah Bali.
Salah satu hal menarik yang disimak serius adalah komitmen pasangan calon nomor urut 2 ini agar masyarakat Buleleng bisa berdikari di Buleleng. Pasalnya, fakta menunjukkan warga Buleleng harus meninggalkan tanah kelahirannya karena minimnya lapangan pekerjaan.
"Dengan program Nawacandra, Mantra-Kerta berkomitmen menjadi pemimpin yang tulus membangun Bali sama rata di sembilan kabupaten atau kota di Bali. Mewujudkan Bali yang Madani. Bali yang maju, aman damai dan harmoni. Tanpa ini pembangunan di segala lini tidak akan terwujud," ucapnya.
Terkait komitmen membangun Bali dimaksud, Sudikerta menegaskan kontrak politik yang ditandatangani Mantra-Kerta, Sabtu (5/5) lalu di Denpasar merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan Buleleng. "
Kontrak politik 2018-2023 yang salah satunya adalah menolak reklamasi Teluk Benoa itu ada catatannya. Kami akan arahkan Rp 3 triliun biaya reklamasi itu ke Buleleng. Bisa dipakai menyewa tanah milik provinsi di Buleleng Barat. Maka lapangan pekerjaan akan tercipta dan masyarakat Buleleng bisa diberdayakan," jelasnya.
Mengalihkan investasi ke Buleleng, terangnya juga merupakan upaya pemerataan pembangunan Bali Selatan dan Bali Utara.
"Pak Gus Adhi, Pak Demer, Bu Tutik, Ida Bagus Sukarta, Pak Supadma mari sama-sama bergerak membawa DAK (dana alokasi khusus) dan dana KL (Kementerian dan Lembaga) ke Buleleng," tandasnya.
Sudikerta juga menegaskan akan membangun Buleleng berdasarkan potensi kabupaten terluas di Bali tersebut. Khusus Buleleng Barat, Sudikerta menilai destinasi pariwisata yang mesti dikelola dengan baik sehingga mampu menjadi magnet.
"Laut dan hutan Buleleng barat belum berkontribusi bagi rakyat. Jika ini dibangun serius, maka niscaya pembangunan akan tumbuh dan masyarakat Buleleng bisa diberdayakan," tegasnya.
Guna menunjang teroboson tersebut terutama dalam rangka menggeliatkan iklim perekonomian dan investasi jangka panjang di Bali Utara, Sudikerta menegaskan pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas Mantra-Kerta.
"Apakah mungkin dilakukan? Bisa. Saya sudah teruji. Karya nyata, ide saya pribadi salah satunya Jalan Tol Bali Mantra," ungkapnya sembari memuji Rai Mantra sebagai pemimpin dengan segudang prestasi, khususnya dalam hal transparansi pemerintahan. "Beliau jadi orang nomor satu di seluruh Indonesia untuk pemimpin yang bersih dari korupsi," pungkasnya. [bbn/rls/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8343 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5764 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3610 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2440 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026