Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Tabanan Raih Predikat Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik se-Provinsi
Selasa, 31 Juli 2018,
15:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Kabupaten Tabanan, kali ini prestasi tersebut datang di bidang kesehatan, dimana Tabanan meraih juara umum dalam Tenaga Kesehatan Teladan Terbaik se-Provinsi Bali tahun 2018. Tabanan meraih juara I di kategori Dokter Umum, Keperawatan dan Kesling. Tidak hanya itu Tabanan juga meraih juara II,III,IV,VI di kategori lainnya.
[pilihan-redaksi]
Maka dari itu Tabanan akan diberikan penghargaan oleh pusat di tingkat nasional di Jakarta. Hal tersebut terungkap dalam saat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima audiensi Dinas Kesehatan, Selasa (31/7) di ruang kerjanya. Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika dan para tenaga kesehatan Tabanan.
Maka dari itu Tabanan akan diberikan penghargaan oleh pusat di tingkat nasional di Jakarta. Hal tersebut terungkap dalam saat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima audiensi Dinas Kesehatan, Selasa (31/7) di ruang kerjanya. Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Tabanan I Nyoman Suratmika dan para tenaga kesehatan Tabanan.
Nyoman Suratmika mengungkapkan keberhasilan tenaga kesehatan teladan Tabanan di Provinsi merupakan hasil kerja keras mereka yang telah membuat inovasi-inovasi hebat. Inovasi tersebut diantaranya di Kategori Dokter Umum oleh dr. Wayan Arya Putra Manuaba di Puskesmas Selemadeg Barat mengeluarkan inovasi SEPPAMA (Sistem Manajemen dan Keluarga Sehati Teleregistrasi dan Telekonsultasi).
“Inovasi lainnya antara lain; Inovasi RAPIKELER (Ramuan Pijat Keperawatan Komplementer) yang diraih Puskesmas Selemadeg Barat di Kategori Bidan oleh Ns. I Made Wikantra dan SELAI SALAK (Sehat Mulai dari Sanitasi Layak) di kategori Kesling oleh Ketut Sulastri. Ketiga inovasi tersebut meraih juara I di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Sementara itu, dikategori lainnya, Tabanan juga menorehkan prestasi, antara lain juara II dalam kategori Promkes dengan inovasi BER-ROK-RAPI (Berhenti Merokok dengan Ramuan dan Pijat), Juara III dalam kategori; Farmasi dengan inovasi Stiker Penanda ED dan Pelayanan Informasi Obat Melalui IT. kategori Analis dengan inovasi Skrining Pemeriksaan Darah HIV pada Suami Ibu Hamil, kategori bidan dengan inovasi Kader Telinga Mas dan Sidamil (Sistem Informasi Data Ibu Hamil). Adapun Juara IV di kategori Gizi, dan juara VI di kategori dokter gigi.
“Atas prestasi dan inovasi tersebut, Tenaga Kesehatan Teladan Tabanan akan diundang ke Jakarta untuk mendapatkan penghargaan pada tanggal 15 hingga 21 Agustus 2018. Kami berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan," imbuhnya.
Bupati Eka dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh para tenaga kesehatan Tabanan, serta berharap inovasi ini dapat diadopsi oleh Puskesmas lainnya.
“Saya bangga karena Tabanan meraih juara umum di provinsi, ini merupakan prestasi yang sangat baik, yang akan membawa dampak baik dan nama baik Tabanan. Semoga inovasi-inovasi yang dikeluarkan bisa diadopsi dan dimanfaatkan oleh puskesmas lain baik di Tabanan dan juga Provinsi Bali,” ungkapnya.
Bupati Eka menjelaskan inovasi-inovasi ini juga harus gencar disosialisasikan, khususnya kepada generasi muda. Diungkapkannya, saat ini sebagian besar generasi muda tidak tau dengan alam dan herbal. Padahal menurutnya obat yang paling manjur adalah jamu-jamuan atau herbal yang kembali ke alam.
[pilihan-redaksi2]
“Saya khawatir anak muda kita tidak kenal dan tidak tau dengan alam atau herbal. Mereka dari kecil harus diajarkan belajar tentang alam dan bagaimana mencintainya. Akan baik sekali jika sosialisasi tentang kesehatan dilakukan sejak dini kepada mereka,” ujarnya.
“Saya khawatir anak muda kita tidak kenal dan tidak tau dengan alam atau herbal. Mereka dari kecil harus diajarkan belajar tentang alam dan bagaimana mencintainya. Akan baik sekali jika sosialisasi tentang kesehatan dilakukan sejak dini kepada mereka,” ujarnya.
Bupati Eka menambahkan, ke depannya inovasi-inovasi seperti ini harus terus dilakukan dan harus dibuat sesuai dengan keadaan dan SDM Tabanan. Jangan lupa untuk selalu menyelipkan budaya kearifan lokal, kebersamaan, gotong royong dalam program-program yang dilakukan agar berhasil.
“Sebagai contoh adalah mobil sehat, dimana dengan program tersebut ada banyak pemeriksaan mulai dari pemeriksaan umum, IVA, mata, dan lain-lain sehingga semuanya terpenuhi. Peran Serta pemerintah dan keluarga juga sangat penting dalam mensukseskan program/inovasi yang dibuat,” imbuhnya. (bbn/rlstbn/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 651 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 610 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 458 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 445 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026