Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Partisipasi Pemilih di Marga Tertinggi, Baturiti dan Penebel Terendah

Rabu, 1 Agustus 2018, 08:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. KPUD Tabanan mencatat partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Bali 2018 di Tabanan untuk tertinggi di Kecamatan Marga sedangkan dua kecamatan yakni kecamatan Baturiti dan Penebel tercatat paling rendah.
 
[pilihan-redaksi]
Hal itu terungkap dalam evaluasi pelaksanaan Pilgub Bali yang digelar KPU Tabanan bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten di Kantor KPU Jalan PB Sudirman, Dangin Carik, Tabanan, Selasa (31/7). 
 
“Dari sepuluh kecamatan yang ada, dua kecamatan yang terendah partisipasinya dalam pilgub Bali 2018 yakni  Kecamatan Baturiti hanya 75 persen dan Kecamatan Penebel hanya 78 persen,” tandas  Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni. 
 
Sementara itu Kecamatan yang paling tinggi partisipasi adalah Kecamatan Marga sebanyak 89,45 persen, disusul kecamatan Kerambitan 85,80 persen dan Kecamatan Selemadeg Timur 85, 75 persen.  Sedangkan kecamatan lainya seperti Tabanan, Selemadeg, Selemadeg Barat, Pupuan, dan Kediri rata rata partisipasinya diatas 80 persen. 
 
“Namun secara keseluruhan persentase partisipasi pemilih di Kabupaten Tabanan rata rata 80 persen, sesuai dengan target kita,” tandasnya.  
 
Penyebab rendahnya partisipasi pemilih di dua kecamatan tersebut dimungkinkan karena sosialiasi yang belum maksimal yang perlu ditingkatkan pada hajatan politik di masa yang akan datang. Sebagai bentuk penghargaan kepada PPK Marga, Kerambitan dan Selemadeg Timur atas kerja kerasnya sehingga partisipasi masyarakat tinggi, KPU memberikan award berupa piagam. 
 
“Piagam itu kami berikan sebagai bentuk apresiasi dan kerja kerasnya selama menjalankan tugas sebagai PPK,” jelas Darayoni. 
 
[pilihan-redaksi2]
Pada kesempatan itu juga, para PPK yang telah dilantik dan bertugas selama hajatan Pilgub Bali dibubarkan. Karena tugasnya sudah selesai pasca ditetapkannya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali terpilih oleh KPU Bali. Pada kesempatan itu juga disoroti mengenai logistik baik mengenai surat suara yang rusak, robek dan tidak ada gambar paslon. 
 
"Banyak pemilih saat hari pencolosan 27 Juni lalu menggunakan e-KTP, karena tidak memiliki kartu pemilih. Kemudian temuan lainnya banyak pemilih yang tidak mendapatkan kartu pemilih," kata Darayoni. 
 
Menurutnya, kekurangan tersebut selanjutnya akan menjadi masukkan KPU Tabanan untuk perbaikan pada pemilihan legislatif dan Pilpres di tahun 2019 nanti. Selain itu, Darayoni juga meminta para petugas KPPS lebih teliti saat pengecekan C6 yang berhologram. Seperti yang terjadi di PPK Baturiti dan Penebel. (bbn/nod/rob)
  
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami