Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 17 Juni 2026
Sulinggih Diharapkan Jadi Penerang dan Penuntun Warga
Senin, 24 September 2018,
16:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta berharap para sulinggih akan senantiasa menjadi penuntun dan penerang bagi warga dalam melaksanakan upacara maupun dalam menjali kehidupan sehari hari.
[pilihan-redaksi]
“Sulinggih ini merupakan milik seluruh umat, untuk itu sepatutnya mengayomi umat dan wajib memberikan pencerahan kepada umat, muput yadnya serta nyastra,” Ujarnya saat menghadiri acara Medwijati / Mediksa Jro Gede I Wayan Nurjana bersama dua orang istri yakni I Gusti Ayu Puspawati dan Ni Ketut Yasmini di Dusun Punduk Dawa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (24/9/2018).
“Sulinggih ini merupakan milik seluruh umat, untuk itu sepatutnya mengayomi umat dan wajib memberikan pencerahan kepada umat, muput yadnya serta nyastra,” Ujarnya saat menghadiri acara Medwijati / Mediksa Jro Gede I Wayan Nurjana bersama dua orang istri yakni I Gusti Ayu Puspawati dan Ni Ketut Yasmini di Dusun Punduk Dawa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (24/9/2018).
Lebih lanjut ia mengatakan dengan semakin banyak sulinggih di Bali sudah tentu umat Hindu semakin mudah melaksanakan upacara dan upakara agama, jadinya semakin dekat umat meminta petunjuk-petunjuk Tatwa, Susila dan tentang upakara yang disebutkan dalam agama.
[pilihan-redaksi2]
Selaku Guru Nabe Ida Pedande Gede Kekeran Pemaron, sedangkan sebagai Guru Saksi Ida Pedande Istri Made Kawisunya dari grya Agung Mandara Pemaron. Upacara Dwijati adalah upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih. Sejak seseorang mendapat diksa dalam upacara penyucian ini, mereka dikenal sebagai Dwijati dan dari padanya diharapkan mulai mematuhi segala peraturan kebrahmanaan.
Selaku Guru Nabe Ida Pedande Gede Kekeran Pemaron, sedangkan sebagai Guru Saksi Ida Pedande Istri Made Kawisunya dari grya Agung Mandara Pemaron. Upacara Dwijati adalah upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih. Sejak seseorang mendapat diksa dalam upacara penyucian ini, mereka dikenal sebagai Dwijati dan dari padanya diharapkan mulai mematuhi segala peraturan kebrahmanaan.
Seseorang yang telah melalui proses tata upacara diksa inilah yang mempunyai wewenang luas dan lengkap dalam pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadya. Selanjutnya Jro Gede I Wayan Nurjana mabiseka/bergelar Ida Rsi Agung Wayahan Dharma Jaya Giri. Sedangkan istri pertama bergelar Ida Rsi Agung Istri Suyasa Ratna Ningrat serta istri kedua bergelar Ida Rsi Agung Istri Sunari Tranggana. Kediaman Ida Rsi Agung Wayahan Dharma Jaya Giri, selanjutnya bernama Griya Giri Punduk Dawa. (bbn/rlsklk/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026