Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Meluspusin, Ritual Ketika Padi Mulai Berbuah
Ritual Pertanian Masyarakat Bali (9)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Meluspusin merupakan ritual yang biasa digelar oleh petani di Bali ketika tanaman sudah mulai berbuah (berisi) atau padi wau mawoh. Ritual ini adalah ritual untuk memohon kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widi Wasa) sebagai Sedan Carik agar padi tidak diserang hama seperti wereng, ulat, burung dan sebagainya.
[pilihan-redaksi]
Peneliti dari Universitas Airlangga Ni Wayan Sartini dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02, tahun 2017 menuliskan bahwa ritual meluspusinjuga disebut mabahin ‘padi berbuah’.
Upacaranya disertai dengan memasang sanggah catu yang berisi kober gana (bendera) pemujaan kepada Sanghyang Siwa yang ditemani oleh Dewi Uma sebagai istri dewa Siwa.
Terdapat pemujaan kepada dewa-dewa di Pura Ulun Danu (Batur) sebagai pradhana. Berdasarkan hal ini ketika bertani sudah ada pemujaan purusa dan pradana.
[pilihan-redaksi2]
Ritual meluspusin juga dilengkapi dengan ketupat sirikan lengkap dengan buah dan pisang, serta lauk ayam panggang. Pada daerah hulu sawah (pengalapan) dihaturkan banten sorohan berisi umbi-umbian.
Setiap upacara yang dilakukan dalam ritual pertanian tersebut dilengkapi dengan peralatan yang beraneka ragam. Petanda (fungsi) upacara-upacara tersebut ternyata dapat diterima secara logika ilmu pengetahuan. [bbn/Jurnal Kajian Bali/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang