Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bule Rusia Ngaku Diusir Paksa dari Vila di Nusa Dua, Gerbang Dirusak
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perselisihan antara pemilik properti dan penghuni Vila Dom di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, berujung ricuh. Seorang warga negara Rusia berinisial ED (47) melaporkan dugaan pengusiran paksa dan perusakan vila yang ditempatinya ke Polsek Kuta Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/6/2026) di Vila Dom yang berlokasi di Jalan Nusa Dua Highland Nomor 25, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, vila tersebut didatangi sekelompok orang yang diduga merupakan suruhan pemilik properti. Mereka disebut memaksa penghuni untuk meninggalkan vila dan melakukan perusakan pada pintu gerbang serta pintu masuk yang terbuat dari daun pintu gebyok bergaya Bali.
Korban kemudian melaporkan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut, yakni YAG, JPVH, serta beberapa pria berbadan tegap yang berada di lokasi saat insiden berlangsung.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Saputra, menjelaskan bahwa dugaan perusakan tersebut berkaitan dengan persoalan masa tenggang pembayaran vila yang ditempati korban.
"Pemilik properti meminta pelapor untuk mengosongkan villa tersebut namun pelapor menolak sehingga terjadi perusakan," ungkapnya pada Jumat (12/6/2026).
Dalam keterangannya kepada polisi, korban menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 10.58 Wita. Saat itu, sejumlah orang datang ke vila dan membuat keributan sambil meminta dirinya keluar dari bangunan tersebut.
Kelompok tersebut mengaku sebagai pemilik vila. Namun korban mengaku telah melakukan pembayaran kepada pihak terkait, termasuk kepada seseorang bernama Ita Sapari, dengan nilai mencapai Rp1,950 miliar.
"Mereka teriak-teriak di depan vila dan membuat keributan. Saya dipaksa keluar dari vila," ujar korban dalam kesaksiannya di Polsek Kuta Selatan.
Karena korban menolak meninggalkan vila, para terduga pelaku kemudian diduga melakukan perusakan pada pintu masuk dan gerbang vila. Merasa terancam, korban segera menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta bantuan kepolisian.
Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, sejumlah orang yang diduga terlibat dalam keributan tersebut masih berada di area vila. Korban dan keluarganya mengaku mengalami trauma serta merasa tidak aman setelah insiden tersebut.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara lengkap peristiwa yang terjadi. Penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi dan melakukan pengecekan terhadap rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Laporan sudah diterima dan masih dalam proses penyelidikan Polsek Kuta Selatan," beber mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5898 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4626 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan