Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BBM Naik, Biaya Operasional PDAM Buleleng Ikut Membengkak

Jumat, 12 Juni 2026, 19:18 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/BBM Naik, Biaya Operasional PDAM Buleleng Ikut Membengkak.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memberikan dampak terhadap operasional Perumda Air Minum Tirta Hita atau PDAM Buleleng.

Selain meningkatkan biaya operasional, kenaikan BBM juga memicu lonjakan harga material perpipaan yang digunakan untuk pemeliharaan serta pengembangan jaringan air bersih.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, mengatakan dampak paling signifikan dirasakan pada harga material berbahan plastik, seperti pipa PVC dan HDPE yang menjadi komponen utama dalam sistem distribusi air bersih.

"Kenaikan harga material terutama yang berbahan plastik cukup terasa. Beberapa jenis material mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen," ujar Lestariana, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada pengadaan material, tetapi juga memengaruhi biaya operasional perusahaan secara keseluruhan. Meski demikian, Perumda Tirta Hita memilih melakukan berbagai langkah efisiensi agar kenaikan biaya tersebut tidak membebani pelanggan.

"Strategi kami adalah melakukan efisiensi di sejumlah kegiatan operasional. Material memang naik, tetapi di sisi lain kami berupaya menekan biaya sehingga kestabilan beban operasional tetap terjaga," katanya.

Selain itu, kenaikan BBM juga dirasakan pada operasional mobil tangki air yang digunakan saat terjadi gangguan distribusi layanan kepada pelanggan. Saat ini, Perumda Tirta Hita mengoperasikan dua unit mobil tangki yang menggunakan Pertamina Dex sebagai bahan bakar.

Ketika terjadi gangguan pelayanan, biaya pengisian BBM untuk mobil tangki dapat mencapai sekitar Rp800 ribu dan digunakan untuk operasional selama dua hingga tiga hari dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat.

"Ketika ada gangguan pelayanan, mobil tangki harus tetap beroperasi. Itu yang paling terasa karena biaya bahan bakarnya cukup tinggi," jelasnya.

Meski menghadapi tekanan biaya operasional dan kenaikan harga material, Perumda Tirta Hita memastikan tarif air bagi pelanggan di Kabupaten Buleleng tidak mengalami perubahan hingga akhir tahun 2026.

Menurut Lestariana, tarif air yang berlaku saat ini telah ditetapkan sejak awal tahun sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyesuaian di tengah tahun berjalan.

"Tarif yang berlaku saat ini tetap sampai akhir tahun. Tidak bisa dilakukan koreksi tarif di pertengahan tahun," tegasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan masih melakukan kajian terkait dampak kenaikan harga material terhadap biaya pemasangan sambungan baru pelanggan. Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai kemungkinan penyesuaian biaya pemasangan tersebut.

"Kami masih melakukan perhitungan. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami