Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
BBM Naik, Biaya Operasional PDAM Buleleng Ikut Membengkak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memberikan dampak terhadap operasional Perumda Air Minum Tirta Hita atau PDAM Buleleng.
Selain meningkatkan biaya operasional, kenaikan BBM juga memicu lonjakan harga material perpipaan yang digunakan untuk pemeliharaan serta pengembangan jaringan air bersih.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, mengatakan dampak paling signifikan dirasakan pada harga material berbahan plastik, seperti pipa PVC dan HDPE yang menjadi komponen utama dalam sistem distribusi air bersih.
"Kenaikan harga material terutama yang berbahan plastik cukup terasa. Beberapa jenis material mengalami kenaikan hingga sekitar 30 persen," ujar Lestariana, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada pengadaan material, tetapi juga memengaruhi biaya operasional perusahaan secara keseluruhan. Meski demikian, Perumda Tirta Hita memilih melakukan berbagai langkah efisiensi agar kenaikan biaya tersebut tidak membebani pelanggan.
"Strategi kami adalah melakukan efisiensi di sejumlah kegiatan operasional. Material memang naik, tetapi di sisi lain kami berupaya menekan biaya sehingga kestabilan beban operasional tetap terjaga," katanya.
Selain itu, kenaikan BBM juga dirasakan pada operasional mobil tangki air yang digunakan saat terjadi gangguan distribusi layanan kepada pelanggan. Saat ini, Perumda Tirta Hita mengoperasikan dua unit mobil tangki yang menggunakan Pertamina Dex sebagai bahan bakar.
Ketika terjadi gangguan pelayanan, biaya pengisian BBM untuk mobil tangki dapat mencapai sekitar Rp800 ribu dan digunakan untuk operasional selama dua hingga tiga hari dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
"Ketika ada gangguan pelayanan, mobil tangki harus tetap beroperasi. Itu yang paling terasa karena biaya bahan bakarnya cukup tinggi," jelasnya.
Meski menghadapi tekanan biaya operasional dan kenaikan harga material, Perumda Tirta Hita memastikan tarif air bagi pelanggan di Kabupaten Buleleng tidak mengalami perubahan hingga akhir tahun 2026.
Menurut Lestariana, tarif air yang berlaku saat ini telah ditetapkan sejak awal tahun sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyesuaian di tengah tahun berjalan.
"Tarif yang berlaku saat ini tetap sampai akhir tahun. Tidak bisa dilakukan koreksi tarif di pertengahan tahun," tegasnya.
Sementara itu, pihak perusahaan masih melakukan kajian terkait dampak kenaikan harga material terhadap biaya pemasangan sambungan baru pelanggan. Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai kemungkinan penyesuaian biaya pemasangan tersebut.
"Kami masih melakukan perhitungan. Yang terpenting saat ini adalah menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2326 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun