Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Penggunaan Bahasa Bali Juga Digunakan Dalam Rapat Sebagai Bahasa Pengantar
Kamis, 11 Oktober 2018,
17:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana. Pemkab Jembrana meresmikan penggunaan aksara dan busana Bali dalam kegiatan pemerintahan, bertempat di Pura Jagatnatha Jembrana, Kamis (11/10). Hal itu dilakukan sesuai amanat Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub No 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Sastra Bali.
[pilihan-redaksi]
Maksud dari amanat berbusana adat Bali menurut Bupati Artha , agar berbusana adat Bali setiap Kamis, Purnama dan Tilem, maupun peringatan hari besar provinsi maupun kabupaten. Selama mengenakan busana adat Bali wajib melakukan komunikasi bahasa Bali sesuai sor singgih (tata bahasa). Termasuk saat menggelar rapat juga menggunakan bahasa pengantar bahasa Bali.
Maksud dari amanat berbusana adat Bali menurut Bupati Artha , agar berbusana adat Bali setiap Kamis, Purnama dan Tilem, maupun peringatan hari besar provinsi maupun kabupaten. Selama mengenakan busana adat Bali wajib melakukan komunikasi bahasa Bali sesuai sor singgih (tata bahasa). Termasuk saat menggelar rapat juga menggunakan bahasa pengantar bahasa Bali.
“Kebijakan ini bentuk keseriusan melestarikan budaya Bali juga untuk menguatkan bahasa, sastra serta aksara Bali,“ ujarnya.
Sebelumnya, tanggal 5 oktober 2018, sudah diresmikan plang nama kantor bupati Jembrana menggunakan aksara Bali. Pemasangan plang nama beraksara Bali itu juga diikuti sampai ditingkatan pemerintah terbawah. Bupati Artha berharap peresmian penggunaan aksara serta busana Bali ini juga bisa disosialisasikan ke masyarakat. Seperti bagaimana tata krama berbusana bali yang benar, khususnya saat masuk ke Parahyangan. Penggunaannya sendiri juga diatur sesuai etika yakni nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan, dan kepantasan yang berlaku di masyarakat.
Selama ini Ia melihat di desa pakraman masing-masing sudah memberikan pemahaman yang benar tentang bagaimana busana adat bali serta busana ke Pura itu digunakan. Namun, Ia berharap hal itu terus diupayakan sehingga bersama-sama paham akan pakem busana yang benar.
[pilihan-redaksi2]
Sementara di lingkup Pemkab Jembrana sendiri, Artha mengatakan kebijakan berbusana adat Bali itu sudah diterapkan selama ini, sehingga Pemkab Jembrana sangat mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali guna penguatan dan mengajegkan budaya Bali.
Sementara di lingkup Pemkab Jembrana sendiri, Artha mengatakan kebijakan berbusana adat Bali itu sudah diterapkan selama ini, sehingga Pemkab Jembrana sangat mendukung penuh kebijakan Gubernur Bali guna penguatan dan mengajegkan budaya Bali.
Peresmian diawali dengan pementasan tari rejang renteng, ditandai dengan pemasangan destar dan selendang oleh Bupati Artha serta Ny Ari Sugianti Artha kepada perwakilan pegawai. Kegiatan ini juga dihadiri Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sekda Jembrana I Made Sudiada, forum kordinasi pimpinan daerah, majelis madya, perwakilan siswa serta pegawai dilingkup Pemkab Jembrana. (bbn/jim/adv/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 502 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 396 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 387 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026