Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Toko Tiongkok "Kucing-Kucingan", Komite China DPP ASITA Minta Pemprov Bali Segera Bentuk Satgas
Selasa, 27 November 2018,
22:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komite China DPP "Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita)", Chandra Salim, meminta kepada Pemerintah Propinsi Bali untuk segera membentuk Satgas Khusus yang bertugas menertibkan keberadaan travel atau biro perjalanan wisata serta toko ilegal yang beroperasi di wilayah Bali.
"Pemerintah provinsi Bali harus segera membentuk satgas dengan payung hukum yang kuat untuk menertibkan travel dan toko ilegal yang menyasar pasar wisatawan Tiongkok (China). Ini sangat merugikan para pelaku usaha pariwisata yang berbisnis secara resmi dan juga pariwisata Bali secara keseluruhan," ujar Chandra di Denpasar, saat dihubungi Beritabali.com via sambungan telpon, Selasa (27/11/2018).
Chandra mengatakan, meski Gubernur Bali sudah menyatakan akan menindak tegas Toko Tiongkok ilegal dan biro perjalanan ilegal asal Tiongkok di Bali, namun faktanya masih ada toko dan travel ilegal yang main "kucing-kucingan" di wilayah Kuta dan sekitarnya.
"Kita sudah aktif melakukan pemantauan di lapangan, misalnya kita pantau toko "O" di wilayah Kedonganan dan Toko "M" di Nusa Dua, dua toko Tiongkok ini kita pantau karena ada laporan masih buka melayani tamu Tiongkok, padahal pak Gubernur sudah tegas melarang toko toko ilegal seperti ini," jelas Chandra.
Chandra menegaskan, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Cokorda Artha Ardana Sukawati juga telah meminta pihak-pihak terkait agar segera menertibkan biro perjalanan wisata (BPW) ilegal yang menyasar tamu asal China. Selain ilegal, BPW ini juga menjual paket perjalanan wisata ke Bali dengan harga yang sangat murah dan tidak wajar.
Gubernur Bali juga telah meminta agar toko-toko ilegal yang banyak ada di wilayah Kuta ditertibkan. Toko ilegal ini menjual oleh-oleh khas Bali kepada tamu asal China, namun barang yang dijual semua berasal dari China, bukan buatan para pengrajin Bali.
"Kami sangat hargai dan respek dengan langkah-langkah yang telah diambil pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur, tapi langkah awal yang sudah dilakukan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali ini belum efektif, masih ada yang main "kucing-kucingan" (tetap beroperasi) di lapangan. Travel (biro perjalanan wisata) liar masih beroperasi secara ilegal dengan membawa tamu asal Tiongkok. Demikian juga toko oleh-oleh yang menjual barang asal Tiongkok juga masih beroperasi secara "kucing-kucingan" di wilayah Kuta dan sekitarnya,"ujar pengusaha kayu gaharu ini.
Chandra meminta agar Satgas Khusus yang bertugas menertibkan BPW dan toko ilegal ini segera dibentuk secara resmi oleh Pemerintah Propinsi Bali dan segera menjalankan tugasnya. Karena jika tidak demikian, maka keberadaan BPW dan toko ilegal dengan target pasar wisatawan China ini akan terus bermunculan dan beroperasi di Bali.
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 672 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 628 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 464 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 450 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026