Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 19 Agustus 2026
Kualitas Air Mengerikan Saat Banjir Bercampur Limbah Rumah Tangga
Senin, 10 Desember 2018,
09:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Kualitas air saat terjadi banjir yang kerap terjadi di musim penghujan di kota-kota besar dan sekitarnya dinilai sangat mengerikan karena air limbah dari masing-masing rumah tangga ikut tercampur dengan air banjir.
[pilihan-redaksi]
"Saat banjir air limbah rumah tangga akhirnya ikut tercampur dalam air banjir. Jadi bisa dikatakan, kita memiliki kengerian. Kita juga menghadapi kengerian, yang bisa dikatakan tidak ada dalam literatur," ungkap Dosen ITS Surabaya, Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl. SE, MSc, PhD, Sabtu,(8/12) di Denpasar.
"Saat banjir air limbah rumah tangga akhirnya ikut tercampur dalam air banjir. Jadi bisa dikatakan, kita memiliki kengerian. Kita juga menghadapi kengerian, yang bisa dikatakan tidak ada dalam literatur," ungkap Dosen ITS Surabaya, Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl. SE, MSc, PhD, Sabtu,(8/12) di Denpasar.
Dilanjutkan, hal itu disebabkan ketidakharmonisan konsep merencanakan drainase. Sebenarnya, kata dia drainase hanya untuk menampung air dari jalan saja, tetapi pada musim hujan dimasuki air dari mana-mana yang ikut masuk bercampur jadi satu ke drainase tersebut.
"Saat ini drainase bisa dikatakan sangat mengerikan sekali karena bukan saja air hujan yang tidak tertampung pada musim penghujan. Akan tetapi, jika dilihat saat ini hampir seluruh air limbah rumah tangga seluruhnya dibuang ke got. Ya, saat air hujan dalam banjir juga ikut bercampur dengan limbah rumah tangga yang ada di got juga akhirnya," jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Menurutnya, saat ini air limbah rumah tangga juga dibuang ke saluran got yang seharusnya hanya untuk menampung air hujan saja. Jika dibandingkan di luar
Menurutnya, saat ini air limbah rumah tangga juga dibuang ke saluran got yang seharusnya hanya untuk menampung air hujan saja. Jika dibandingkan di luar
negeri, limbah rumah tangga dibuatkan saluran khusus ke pipa, jadi seandainya terjadi banjir airnya hanya berasal dari air hujan saja.
"Berbeda di beberapa kota besar di Indonesia, sudah kita mendapat banjir malah kena juga kualitas air dari limbah rumah tangga juga," paparnya.
Maka itu, sebutnya tempat penggolahan air limbah tidak cukup hanya dimiliki di kota-kota besar di Bali saja, tetapi juga harus dimiliki di seluruh Kota besar di Bali. (bbn/aga/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4576 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026