Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 15 Mei 2026
Kualitas Air Mengerikan Saat Banjir Bercampur Limbah Rumah Tangga
Senin, 10 Desember 2018,
09:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Kualitas air saat terjadi banjir yang kerap terjadi di musim penghujan di kota-kota besar dan sekitarnya dinilai sangat mengerikan karena air limbah dari masing-masing rumah tangga ikut tercampur dengan air banjir.
[pilihan-redaksi]
"Saat banjir air limbah rumah tangga akhirnya ikut tercampur dalam air banjir. Jadi bisa dikatakan, kita memiliki kengerian. Kita juga menghadapi kengerian, yang bisa dikatakan tidak ada dalam literatur," ungkap Dosen ITS Surabaya, Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl. SE, MSc, PhD, Sabtu,(8/12) di Denpasar.
"Saat banjir air limbah rumah tangga akhirnya ikut tercampur dalam air banjir. Jadi bisa dikatakan, kita memiliki kengerian. Kita juga menghadapi kengerian, yang bisa dikatakan tidak ada dalam literatur," ungkap Dosen ITS Surabaya, Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl. SE, MSc, PhD, Sabtu,(8/12) di Denpasar.
Dilanjutkan, hal itu disebabkan ketidakharmonisan konsep merencanakan drainase. Sebenarnya, kata dia drainase hanya untuk menampung air dari jalan saja, tetapi pada musim hujan dimasuki air dari mana-mana yang ikut masuk bercampur jadi satu ke drainase tersebut.
"Saat ini drainase bisa dikatakan sangat mengerikan sekali karena bukan saja air hujan yang tidak tertampung pada musim penghujan. Akan tetapi, jika dilihat saat ini hampir seluruh air limbah rumah tangga seluruhnya dibuang ke got. Ya, saat air hujan dalam banjir juga ikut bercampur dengan limbah rumah tangga yang ada di got juga akhirnya," jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Menurutnya, saat ini air limbah rumah tangga juga dibuang ke saluran got yang seharusnya hanya untuk menampung air hujan saja. Jika dibandingkan di luar
Menurutnya, saat ini air limbah rumah tangga juga dibuang ke saluran got yang seharusnya hanya untuk menampung air hujan saja. Jika dibandingkan di luar
negeri, limbah rumah tangga dibuatkan saluran khusus ke pipa, jadi seandainya terjadi banjir airnya hanya berasal dari air hujan saja.
"Berbeda di beberapa kota besar di Indonesia, sudah kita mendapat banjir malah kena juga kualitas air dari limbah rumah tangga juga," paparnya.
Maka itu, sebutnya tempat penggolahan air limbah tidak cukup hanya dimiliki di kota-kota besar di Bali saja, tetapi juga harus dimiliki di seluruh Kota besar di Bali. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1364 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1039 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 884 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 783 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026