Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Cemaran E Coli Pada Lawar Cukup Tinggi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa cemaran Escherichia coli (E. coli) pada lawar cukup tinggi. Hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil dari 44 pedagang lawar di Kabupaten Gianyar menunjukkan 72,7% sampel terkontaminasi E. coli.
[pilihan-redaksi]
Data ini terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Kualitas Mikrobiologis dan Higiene Pedagang Lawar di Kawasan Pariwisata Kabupaten Gianyar, Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, Volume 16 nomo 2 tahun 2017. Artikel tersebut ditulis oleh Sang Gede Purnama , Herry Purnama, dan I Made Subrata dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana.
Gede Purnama dan kawan-kawan menuliskan faktor yang berpengaruh terhadap cemaran E. coli pada lawar yakni kebersihan penjamah makanan, fasilitas sanitasi dan kebersihan lingkungan. Serta proses pengolahan lawar yang tidak bersih mempengaruhi kualitas lawar tersebut.
Tingginya cemaran E. coli juga disebabkan karena bahan baku lawar terbuat dari daging mentah yang rentan terkontaminasi bakteri jika tidak dilakukan proses pengolahan yang baik. Oleh sebab itu pengolahan daging dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu berdampak besar terhadap menurunnya jumlah bakteri yang mengkontaminasi.
[pilihan-redaksi2]
Sementara dalam sebuah penelitian di Kuta yang ditulis dalam sebuah artikel berjudul “Hygiene, Sanitation and Potential Existence of Virulent Genes of E.coli in Lawar in Kuta: The Challenge for Tourism and Safe Food Provision in Bali” yang ditulis oleh Ni Putu Eka Trisdayanti, Anak Agung Sagung Sawitri, dan I Nengah Sujaya yang dipublikasikan dalam Public Health and Preventive Medicine Archive (PHPMA) Volume 3, Nomor 2 tahun 2015 disebutkan jika 44,2% lawar memiliki jumlah koloni bakteri diatas 106 CFU/gr. Studi ini menunjukkan bahwa kualitas mikrobiologis lawar putih di warung-warung di wilayah Kuta kurang baik, dan higiene pengolah lawar berkontribusi terhadap situasi tersebut. Kondisi kualitas dan higiene yang kurang baik terbanyak di Kecamatan Kuta Utara.
Keberadaan E.coli menunjukkan kontaminasi isi saluran pencernaan hewan atau manusia, sehingga mengurangi keamanan untuk dikonsumsi. Situasi ini menunjukkan bahwa lawar Bali bisa membawa dampak negatif berupa penerimaan maupun keamanan pangan yang rendah bagi wisatawan.[bbn/JKLI/PHPMA/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 917 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 766 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 581 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 546 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik