Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Lombok Tengah Ricuh, 3 Polisi Terluka
Berawal dari Ketidakpuasan Salah satu Caleg
Kamis, 9 Mei 2019,
20:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Rapat Pleno Rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (8/5) malam berlangsung rusuh. Rapat pleno diwarnai aksi massa diduga dari salah satu caleg yang kecewa.
[pilihan-redaksi]
Aksi massa usai sholat terawih sekitar pukul 21.00 wita didepan eks Gedung DPRD Lombok Tengah itu, menyebabkan tiga aparat polisi mengalami luka-luka.
Aksi massa usai sholat terawih sekitar pukul 21.00 wita didepan eks Gedung DPRD Lombok Tengah itu, menyebabkan tiga aparat polisi mengalami luka-luka.
Ada belasan mobil, puluhan sepeda motor diamankan aparat Polres Lombok tengah sebagai barang bukti. Termasuk 3 bom molotov, tumpukan batu, dan pecahan kaca. Hingga saat ini ada 5 orang diamankan diduga sebagai provokator kerusuhan.
Polres Lombok Tengah menerjunkan 300 personel, dibantu 2 pleton dari TNI. Polisi juga mengerahkan 1 water canon, 1 mobil dalmas untuk memukul mundur 200an massa. Kerusuhan bisa diatasi, karena aparat bergerak cepat. Pantauan Beritabali.com di lapangan malam kejadian, massa mulai bergerak usai sholat terawih. Dan rapat pleno dilanjutkan.

Ada salah satu partai meminta agar pleno ditunda karena kehadiran anggota tidak quorum. Salah satunya ketidakhadiran seorang anggota KPU karena sakit.
Namun di luar gedung, massa yang sebelumnya tidak puas atas nama salah satu caleg, sudah mulai bergerak. Lemparan batu, bom molotov mulai terjadi. Kondisi rusuh, hingga menyebabkan 3 aparat polisi mengalami luka-luka.
"Tiga anggota kita terluka kena lemparan batu. Di pelipis dan kaki," jelas Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, ditemui di lokasi.
Sementara Ketua KPU NTB, Suhardi Soud ditemui BeritaBali.com di Rapat pleno KPU, Kamis (9/5) di Baliroom Lombok Raya Hotel menjelaskan ada perebutan Dapil, kecamatan Pujut dan Praya Timur.
"Kecamatan pujut memang lebih dinamis, dari pemilu ke pemilu. Ada dugaan kecurangan, dan terus berkembang. Hingga muncul curiga mencurigai," terang Suhardi, seraya meminta Bawaslu untuk mengecek. "Tadi malam memang massa minta rekapitulasi ditunda,"jelasnya lagi.
[pilihan-redaksi2]
Ketua Bawaslu NTB, Muhamad Khuwalid membenarkan situasi terakhir pleno KPU Loteng memanas, sehingga terjadi kekacauan. "Untuk Pujut, sikap Bawaslu tergantung dari fakta," ungkapnya.
Ketua Bawaslu NTB, Muhamad Khuwalid membenarkan situasi terakhir pleno KPU Loteng memanas, sehingga terjadi kekacauan. "Untuk Pujut, sikap Bawaslu tergantung dari fakta," ungkapnya.
Khuwalid menjelaskan ada tiga faktor pemicu kerusuhan." Dari Golkar, Gerindra, dan Demokrat, soalnya disitu," sebutnya.
Bawaslu akan menguji di tingkat pleno, kenapa Pujut ricuh. "Tinggal satu kecamatan saja. Karena persoalan caleg saja, berimbas pada keamanan. Mereka berebut dapil, Pujut dan praya timur," tutup Khuwalid.
Kapolda baru NTB, Brigjen Pol Nana Sujana Kamis siang mendatangi lokasi pasca kerusuhan, Namun tidak ada komentar khusus terkait kerusuhan Rekapitulasi pemilu di Lombok tengah. (bbn/tri/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026