Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Menelusuri Peninggalan Kebo Iwa di Pura Maospahit Denpasar
Kamis, 23 Mei 2019,
14:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Melintasi Jalan Sutomo, Denpasar terlihat di sebelah kanan jalan arsitektur bangunan bata merah megah. Bangunan tempat wisata religi sekaligus bersejarah ini bernama “Pura Maospahit”.
[pilihan-redaksi]
Dengan luas sekitar 77 are, pura ini telah dibangun sejak 1200 Saka. Awalnya pembangunan pura ini digagas oleh Kebo Iwa dan selesai dibangun tahun 1475 Saka. Usianya yang sangat lama menjadikan Pura ini sebagai salah satu Cagar Budaya.
Dengan luas sekitar 77 are, pura ini telah dibangun sejak 1200 Saka. Awalnya pembangunan pura ini digagas oleh Kebo Iwa dan selesai dibangun tahun 1475 Saka. Usianya yang sangat lama menjadikan Pura ini sebagai salah satu Cagar Budaya.
“Pura Maospahit ini salah satu di antara Cagar Budaya Nasional di Kota Denpasar, situs peninggalannya dilindungi oleh UU RI No 5 Tahun 1992,” ujar Jro Mangku Ketut Gede Sudiasna selaku pengempon pura.
Pada umumnya pura di Bali menggunakan konsep Tri Mandala atau tiga area, namun di Pura Maospahit ini menggunakan konsep Panca Mandala karena mendapatkan pengaruh arsitektur dari Kerajaan Majapahit. Mandala pertama terletak di depan menghadap langsung ke Jalan Sutomo dengan pintu gerbang bernama Candi Kusuma. Di dalam mandala tersebut terdapat Bale Kembar, Bale Kulkul, Palinggih Ratu Ngerurah Pengalasan, dan Piasan.
Pada penyengker sebelah barat, terdapat pintu gerbang yaitu Candi Rengat yang merupakan pintu gerbang menuju mandala dua. Dengan menyusuri gang ini, maka akan menemukan Candi Rebah. Yaitu mandala ketiga atau disebut Jaba Sisi. Di sebelah timur mandala ini terdapat Candi Bentar yang tersusun dari bata-bata merah dan tampak ada relief Bima yang dililit oleh dua naga.
[pilihan-redaksi2]
Dengan melintasi Candi Bentar maka akan memasuki mandala keempat yaitu Jaba Tengah. Di Jaba Tengah terdapat bangunan Bale Pasucian, Bale Tajuk, serta Bale Sumanggen. Dari mandala keempat akan melewati Kori Agung yang tinggi kemudian akan masuk ke mandala kelima atau mandala utama. Mandala ini disebut dengan Jeroan yang terdiri dari Candi Raras Maospait, Candi Raras Majapahit, Batara Taksu, Bale Pangayunan, Bale Patirtan, Bale Piasan, dan beberapa palinggih lainnya.
Dengan melintasi Candi Bentar maka akan memasuki mandala keempat yaitu Jaba Tengah. Di Jaba Tengah terdapat bangunan Bale Pasucian, Bale Tajuk, serta Bale Sumanggen. Dari mandala keempat akan melewati Kori Agung yang tinggi kemudian akan masuk ke mandala kelima atau mandala utama. Mandala ini disebut dengan Jeroan yang terdiri dari Candi Raras Maospait, Candi Raras Majapahit, Batara Taksu, Bale Pangayunan, Bale Patirtan, Bale Piasan, dan beberapa palinggih lainnya.
Menurut Jro Mangku Gede keunikan lain dari pura ini terdapat pada arsitekturnya yang diukir langsung pada dinding batu bata merah. Dengan berbagai keunikannya maka banyak wisatawan lokal maupun asing yang datang untuk berwisata religi sekaligus bersejarah. Jika wisatawan atau pengunjung ingin memasuki pura ini ada beberapa peraturan yang harus diikuti mulai dari berpenampilan sopan, tidak berkata atau berbuat kotor layaknya pergi ke suatu tempat ibadah. `
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 673 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 628 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 465 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 452 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026