Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Koster Soroti Persoalan Jam Kerja karyawan dan Kewajiban untuk Ikut Kegiatan Adat

Selasa, 28 Mei 2019, 22:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti masalah jam kerja dan kewajiban untuk turut kegiatan adat istiadat yang masih sangat kental di Bali. 
 
[pilihan-redaksi]
“Kita akan petakan minimum kerja karyawan per minggu yang ideal. Sehingga jika ada kegiatan-kegiatan adat bisa dikompensasi di hari lain. Jadi tidak mengurangi jam kerja dan kinerja yang bersangkutan kepada perusahaan,” jelas Koster saat Gubernur Koster menerima audensi perwakilan DPD Konfederasi Serikat pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar pada Selasa (28/5) pagi. 
 
Ia kembali menunjukan komitmen serta keberpihakannya terhadap perlindungan dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal Bali. Sejak awal sektor ketenagakerjaan merupakan  salah satu prioritasnya dalam berbagai program sebagai pendukung visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ menuju Bali Era Baru. 
 
“Saya memprioritaskan untuk membangun sistem, dari hulu hingga hilir, secara menyeluruh dan tidak parsial untuk sektor ketenagakerjaan ini,” kata Koster.
 
Program dan kebijakan itu menurut Gubernur Koster, dituangkan dalam Peraturan Gubernur atau Pergub yang sedang dirancang. Pergub tersebut, ke depannya akan menjadi pegangan sektor ketenagakerjaan, khususnya untuk mendukung dan melindungi tenaga kerja lokal Bali. 
 
“Semuanya akan dibenahi dan ditata, mulai dari sistem rekrutmen, peningkatan kompetensi dan daya saing serta kemampuan manajerialnya,” papar Koster. 
 
Koster juga menyampaikan, ke depan peningkatan daya saing ini harus benar-benar diperhatikan agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja luar yang datang ke Bali. 
 
“Keahlian dan keterampilan harus terus ditingkatkan, harus ada diklat (Pendidikan dan Pelatihan, red) yang bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menciptakan armada kerja yang siap dan kompeten,” imbuhnya. 
 
Dirinya juga membuka diri untuk masukan-masukan dari asosiasi serta serikat pekerja untuk menyempurnakan regulasi yangs sedang digarap.  
 
Sementara itu, Ketua DPD K-SPSI Bali Made Madra menyampaikan berbagai masukan terkait sektor tenaga kerja di Bali. Salah satunya terkait pekerja kontrak dan outsourcing agar mendapatkan pengakuan yang lebih layak. 
 
[pilihan-redaksi2]
“Mudah-mudahan ada kebijakan yang bisa memperjuangkan hal tersebut,” harapnya.
 
Di lain pihak, Madra yang berkecimpung di usaha pariwisata mengaku sangat mengapresiasi berbagaibterobosan Pemprov Bali. Salah satunya terkait pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, yang disebutnya sangat berdampak bagi ‘wajah’ pariwisata Bali secara umum. 
 
“Kebijakan tersebut saya pantau sendiri di lapangan sangat berdampak pada kebersihan di kawasan-kawasan wisata. Pantai jadi lebih bersih dan lebih nyaman bagi wisatawan,” jelasnya. (bbn/humasbali/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami