Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Idul Fitri, Warga Kampung Saren Jawa di Karangasem Gelar Tradisi Megibung
Rabu, 5 Juni 2019,
14:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Megibung atau makan bersama dalam satu wadah merupakan satu dari sekian banyak tradisi yang ada di Kabupaten Karangasem.
[pilihan-redaksi]
Biasanya, tradisi megibung ini dilaksanakan ketika ada upacara adat seperti upacara pernikahan dan upacara pengabenan. Megibung juga identik dengan hidangan sate dan lawar yang dipergunkan sebagai lauknya.
Biasanya, tradisi megibung ini dilaksanakan ketika ada upacara adat seperti upacara pernikahan dan upacara pengabenan. Megibung juga identik dengan hidangan sate dan lawar yang dipergunkan sebagai lauknya.
Khusus dihari raya Idul Fitri ini, warga Kampung Saren Jawa, Desa Budakeling, Bebandem, Karangasem rupanya juga menjalankan tradisi megibung yang berlangsung Rabu (05/06/2019) siang di Masjid Jami' Nurul Hayat.
Juaini Bakri salah seorang Penghulu Kampung Saren Jawa ketika ditemui usai Megibung bersama ratusan warga lainnya mengatakan bahwa, tradisi ini memang dilaksanakan secara turun temurun semenjak Muslim ada di kampung Saren ini.
"Tidak hanya Idul Fitri, setiap hari raya keagaman kami juga melaksanakan tradisi megibung ini," kata Juaini Bakri.
[pilihan-redaksi2]
Megibung versi warga Kampung Sarem ini hampir sama dengan tradisi megibung pada umumnya, bahkan untuk lauknya juga membuat sate dari daging sapi dengan bumbu genap ala sate Bali.
Megibung versi warga Kampung Sarem ini hampir sama dengan tradisi megibung pada umumnya, bahkan untuk lauknya juga membuat sate dari daging sapi dengan bumbu genap ala sate Bali.
Hanya saja tidak ada hidangan lawarnya melainkan diganti dengan hidangan lainnya seperti Rendang dan Opor. Selain itu, proses memasaknya juga dilakukan di masing masing rumah warga, dimana setelah matang kemudian dibawa ke masjid yang nantinya akan dimakan bersama - sama.
"Makanannya dimasak dan dibawa dari rumah masing - masing, kemudian dibawa ke Masjid dengan harapan nantinya bisa dimakan bersama dan tidak harus makan yang dibawa sendiri karena ada unsur sodakohnya," imbuh Bakri. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026