Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 17 Juni 2026
Dampak Kemarau, di Karangasem Petani Saling Intip Jaga Pasokan Air
Selasa, 20 Agustus 2019,
19:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Musim Kemarau rupanya membuat para petani di wilayah Desa Abang saling intip demi mendapatkan pasokan air untuk mengaliri sawahnya.
[pilihan-redaksi]
Kondisi ini disebabkan oleh megecilnya debit air dari mata air sebagai dampak dari musim kemarau yang melanda wilayah tersebut sehingga para petani mau tidak mau harus memutar otak agar tanaman padinya tetap bisa hidup.
Kondisi ini disebabkan oleh megecilnya debit air dari mata air sebagai dampak dari musim kemarau yang melanda wilayah tersebut sehingga para petani mau tidak mau harus memutar otak agar tanaman padinya tetap bisa hidup.
Menurut I Made Dugdug salah seorang petani asal Desa Abang kondisi debit air yang mulai mengecil akibat musim kemarau ini memaksa dirinya dan petani lainnya saling mencuri kesempatan untuk mengalirkan air ke lahan sawahnya masing-masihg.
"Mau gimana lagi, ketimbang merugi, demi mendapatkan air ada yang menunggu sampai malam hari bahkan ada yang sampai subuh," kata Dugdug pada Selasa (20/08/2019).
Begadang saja tidak cukup untuk mendapatkan air, saat mendapat pasokan air, dirinya juga harus menunggu agar tidak diambil alih oleh petani lainnya. Karena sempat juga beberapa waktu lalu ditinggal pergi beberapa saat kemudian sudah ada yang ambil alih.
[pilihan-redaksi2]
Demi mendapatkan air, Dugdug juga kerap kali seperti bermain petak umpet dengan sesama petani lainnya diam diam saling mengawasi agar tidak ada terjadi sabotase saluran. Kondisi seperti ini memang telah rutin dirasakan oleh para petani Desa Abang ketika memasuki musim kemarau debit air mengecil yang berujung areal persawahan kekurangan pasokan air.
Para petani hanya bisa bersabar menghadapi situasi seperti ini, seperti dikatakan I Ketut Rentug yang juga petani di Desa Abang, meski kesal tidak ada yang bisa dilakukan hanya bisa bersabar sampai musim hujan tiba.
"Kondisi ini memang sudah musiman ya harus bersabar, dari pada lahan kosong lebih baik kita tanami saja meski berpotensi gagal panen akibat kekurangan air," tuturnya. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
04
05
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026