Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Miss Internet 2019 Bantu APJII Target 2.000 Desa Terkoneksi Internet
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Selama menjabat sebagai Miss Internet Bali 2018, Putu Diah Desvi sudah melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan literasi digital.
[pilihan-redaksi]
Kegiatan ini juga bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan bekerjasama dengan pemerintah. “Saya merasa bahwa literasi digital harus dilakukan oleh banyak pihak, dengan metode yang berbeda namun dengan tujuan yang sama,” ujarnya.
Bersyukur bahwa dukungan hadir dari segala lini. Menyandang gelar Miss Internet Indonesia, Diah mengaku tidak hanya sebatas menghadiri undangan saja, namun program selanjutnya ingin memberikan gagasan untuk mendukung pembentukan SDM yang unggul dan menjadikan Indonesia semakin maju. Dalam programnya, APJII menargetkan membantu 2.000 desa untuk bisa terkoneksi internet. Untuk mendukung acara ini, Miss Internet
Indonesia 2019 akan melakukan roadshow ke daerah-daerah yang baru terkoneksi internet.
“Saya akan konsisten melakukan aksi-aksi nyata dan bekerja sama dengan berbagai pihak di 34 Provinsi di Indonesia untuk melakukan literasi internet yang bersih, selektif, dan juga aman bagi para pengguna internet” katanya.
[pilihan-redaksi2]
Sebelum didapuk sebagai Miss Internet 2019, Diah dikenal sosok remaja yang ramah pernah menjadi Miss Internet Bali 2018 dan aktif dalam kegiatan sosial Kakak Asuh Bali yang fokus melakukan literasi pada bidang pendidikan dan juga digitalisasi. Ia juga menulis buku bersama dengan entrepreneur lainnya asal bali yang berjudul "50 Pengusaha Kota Denpasar".
Menurut ketua APJII, Jamalul Izza Miss Internet Indonesia memiliki 3 nilai penting, yaitu Smart, Charm, and Digital Lovers. Pada dasarnya, hadirnya Miss internet Indonesia (MII) untuk membantu mengampanyekan atmosfer internet yang positif kepada masyarakat luas.
“Pagelaran yang diinisiasi oleh APJII tidak hanya mencari figur yang dianggap menarik, tapi juga harus memiliki kriteria smart, charm, and digital lovers untuk mengkampanyekan penggunaan internet sehat kepada netizens di Indonesia,” ungkapnya. (bbn/rls/rob)
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4432 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2043 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1545 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1001 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 937 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun