Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dari Pandemi, Amigurumi Buleleng Tembus Mancanegara

Sabtu, 8 Agustus 2026, 12:26 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dari Pandemi, Amigurumi Buleleng Tembus Mancanegara.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat pada 2021 justru menjadi titik awal Sonia Della Mustika Larossani (29) membangun usaha kreatif. Dari rumah di Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng, Sonia mengembangkan kerajinan amigurumi yang kini telah dipasarkan hingga ke luar negeri.

Amigurumi merupakan boneka rajut tiga dimensi asal Jepang yang dikenal memiliki bentuk unik dan menggemaskan. Ketertarikan Sonia terhadap kerajinan tersebut bermula ketika ia melihat berbagai karya amigurumi di media sosial.

Keinginan membeli boneka rajut itu sempat terkendala biaya. Sonia kemudian memilih mempelajarinya secara mandiri melalui video YouTube. Dari proses belajar tersebut, ia berhasil membuat karya pertamanya berupa boneka berbentuk lebah.

"Awalnya waktu Covid tidak boleh ke mana-mana. Saya lihat di media sosial lucu, tapi tidak punya uang untuk beli. Akhirnya belajar sendiri lewat YouTube," ujar Sonia, Sabtu (8/8).

Menurut Sonia, membuat amigurumi membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap tusukan benang harus dihitung dengan tepat karena kesalahan kecil dapat memengaruhi bentuk akhir boneka.

"Kalau hitungannya salah sedikit saja, bentuknya pasti tidak sempurna. Itu yang membuat amigurumi lebih rumit," katanya.

Kemampuan Sonia terus berkembang setelah berhasil membuat karya pertamanya. Ia kini mampu menghasilkan beragam karakter, termasuk gadis berhijab hingga figur Jegeg Bali yang dilengkapi detail rambut, pakaian adat dan aksesori.

Karya Jegeg Bali menjadi salah satu produk yang memiliki peminat tinggi. Boneka berukuran sekitar 22 hingga 23 sentimeter tersebut bahkan pernah terjual hingga Rp5 juta kepada pembeli dari luar negeri.

Untuk menghasilkan satu amigurumi premium, Sonia membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua bulan. Sementara produk berukuran kecil seperti gantungan kunci dapat diproduksi sekitar lima buah dalam sehari.

"Yang paling rumit itu detail rambut dan bajunya. Semakin detail, semakin lama pengerjaannya," ungkapnya.

Pertumbuhan permintaan membuat Sonia mulai melibatkan tenaga perajin lain. Saat ini, usaha rumahan tersebut telah mempekerjakan enam orang perajin.

Namun, menjaga kualitas menjadi tantangan tersendiri. Sonia tidak bisa sembarangan merekrut tenaga kerja karena setiap produk harus memenuhi standar kerapian yang telah ditetapkan.

"Tidak bisa asal cari orang. Rajutannya harus benar-benar rapi supaya hasilnya sesuai standar," jelasnya.

Bahan baku utama berupa benang milk cotton didatangkan dari Jakarta dan Bandung. Sementara pemasaran dilakukan melalui media sosial, pameran UMKM, serta penjualan langsung dengan sistem siap kirim maupun pre-order.

Pasarnya juga semakin luas. Sejak 2024, produk amigurumi buatan Sonia mulai rutin dikirim ke luar negeri. Belanda dan Australia menjadi dua negara yang telah menerima karya rajut tersebut.

Selain boneka berukuran premium, Sonia mengembangkan produk yang lebih terjangkau berupa gantungan kunci amigurumi. Produk tersebut dijual mulai Rp35 ribu dan banyak diminati anak-anak karena bentuknya yang unik.

Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia usaha kreatif, Sonia pernah bertugas di lingkungan kepolisian di Polres Lampung Tengah. Kini ia memilih meninggalkan pekerjaan tersebut dan fokus mengembangkan bisnis amigurumi dari rumah.

Bagi Sonia, setiap helai benang yang dirajut bukan sekadar menghasilkan boneka. Dari ketekunan merajut, hobi yang bermula saat pandemi berkembang menjadi usaha kreatif yang mampu menjangkau pembeli hingga mancanegara.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami