Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Pasangan Kekasih Kepergok Buang Bayi di Sungai Akui Sudah Rencanakan Aksinya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasangan kekasih MASW (18) dan LP (19) kini mendekam di tahanan Polsek Denpasar Selatan. Dari pemeriksaan penyidik, keduanya mengakui sudah lama merencanakan untuk menggugurkan jabang bayinya yang sudah memasuki usia 7 Bulan.
[pilihan-redaksi]
Berbagai cara mereka lakukan dari mulai meminum obat-obatan hingga melintas di jalan yang berlubang. Menurut Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya, para tersangka adalah pasangan kekasih bukan suami istri. Mereka mengaku sebagai suami istri agar aib kehamilan tidak jadi buah bibir keluarga dan teman-temannya.
Padahal keduanya tidak tinggal bersama. Mega karyawan toko Premarasa di Tuban itu tinggal bersama kakaknya, sedangkan Luki karyawan PT Bali Es di Pemogan kos di wilayah Canggu, Kuta Utara.
“Saat diperiksa mereka mengaku suami istri. Tapi akhirnya mengaku masih pacaran,” beber Kompol Wirajaya, Rabu (9/10).
Hasil penyidikan, kata mantan Kapolsek Kuta ini, keduanya sudah lama merencanakan menggugurkan kandungannya tersebut. Rencana itu mulai terpikir sejak pertengahan tahun ini. “Kalau dari pengakuannya rencana itu sejak kehamilannya berusia 5 bulan," terangnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2338 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1045 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun