Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
4 Situs di Gianyar Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra menetapkan empat situs sebagai cagar budaya, di wantilan Pura Pegulingan, Manukaya, Tampaksiring, Sabtu (30/11).
Penetapan situs purbakala sebagai cagar budaya tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Gianyar nomor 1345/E-01/HK/2019 tentang Penetapan Arca Bhairawa Pura Kebo Edan sebagai Benda Cagar Budaya, Nekara Pejeng Pura Penataran Sasih sebagai Benda Cagar Budaya, Pura Pegulingan sebagai Struktur Cagar Budaya, dan Pura Mengening sebagai Struktur Cagar Budaya, tertanggal 13 November 2019.
Penetapan empat situs sebagai cagar budaya, sebelumnya telah melewati beberapa tahapan. Diawali dengan registrasi, verifikasi dan penyusunan berkas kajian oleh Tim Registrasi Cagar Budaya Kabupaten Gianyar bersama balai Pelestarian Cagar Budaya Bali-NTB-NTT, sejak bulan Juni s/d September 2019 lalu.
Setelah berkas kajian rampung dan direvisi sesuai mekanisme, berkas selanjutnya diserahkan kepada Tim Ahli Cagar Budaya Nasional di Direktorat Kebudayaan, Dit. Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta pada 17 September lalu.
Dan sebulan setelahnya atau tepatnya tanggal 17 Oktober melalui Plh. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menyampaikan undangan sidang kajian oleh tim ahli cagar budaya nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, Dr. I Ketut Mudana, SH., MBA. mengatakan, penetapan status cagar budaya ini merupakan apresiasi terhadap keberadaan situs purbakala dan pengelolaan serta perawatan yang telah dilakukan masyarakat. Kemudian, sebagai akibat ditetapkannya sebuah situs sebagai cagar budaya, maka segala biaya yang timbul dibebankan pada APBD Kabupaten Gianyar.
Mudana juga memaparkan program penanganan cagar budaya di Kabupaten Gianyar ke depannya dan upaya-upaya terobosan yang dilakukan. Diantaranya, verifikasi dan validasi data cagar budaya Kabupaten Gianyar yang terekam melalui sistem registrasi cagar budaya nasional.
"Kami akan melaunching aplikasi digital dimana disana akan terangkum secara lengkap data-data cagar budaya yang ada di Kabupaten Gianyar," jelasnya.
Program lainnya, penggalian dan penemuan obyek diduga cagar budaya dan upaya-upaya penanganannya. Sementara, untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap cagar budaya, akan dilakukan lomba literasi cagar budaya, sosialisasi cagar budaya, olimpiade cagar budaya, pemilihan duta remaja cagar budaya, pekan apresiasi budaya. Untuk meningkatkan minat baca, akan diupayakan mobil keliling pustaka cagar budaya.
Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan Gianyar memiliki banyak situs peninggalan purbakala. Untuk perawatan dan pengelolaannya harus dilakukan oleh profesional, tidak bisa diserahkan begitu saja kepada masyarakat. Oleh karena itu, demi kelestariannya, Pemkab Gianyar secara bertahap mengusulkan untuk memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kebudayaan untuk bisa ditetapkan sebagai cagar budaya.
"Keberhasilan kita memperoleh rekomendasi penetapan cagar budaya dari Kementerian Kebudayaan bukan sekedar rekomendasi di atas kertas, ke depan ini akan banyak manfaat kita peroleh," ujar Bupati Mahayastra.
Misalnya, cagar budaya dengan pengelolaan yang baik dapat bersinergi dengan bidang pariwisata. Sehingga mendatangkan kemajuan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Penetapan status cagar budaya ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Mahayastra didampingi Ketua DPRD Gianyar Tagel Winarta, Sekda Kab Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra menyerahkan piagam penghargaan kepada desa adat yang mendapatkan rekomendasi penetapan dari Kementerian Kebudayaan yakni Desa Adat Basangambu selaku pengempon cagar budaya Pura Pegulingan, Desa Adat Saraseda sebagai pengempon cagar budaya Pura Mengening, dan Desa Adat Pejeng selaku pengempon Pura Kebo Edan dan Pura Penataran Sasih.
Juga diserahkan piagam penghargaan dari Bupati Gianyar kepada 23 desa adat yang menjaga dan melestarikan cagar budaya yang sudah turun temurun di masing-masing kecamatan. Dan penghargaan kepada 2 orang generasi milenial sebagai kader pelestari budaya Kabupaten Gianyar, atas nama Ni Wayan Sri Pratiwi dan I Wayan Putra Aditya.
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan