Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Penusuk Wanita Panggilan Mengaku Bingung Uang Tarif Kencannya Kurang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyidik Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat melaksanakan rilis kasus penusukan Rebeca Paulina (17) wanita panggilan yang ditusuk oleh teman kencannya PAP alias Pras (21).
Fakta baru terungkap, pria asal Wates Jawa Timur itu menusuk korban karena bingung uang tarif kencannya kurang. Menurut Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana didampingi Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aji Yoga Sekar, Kamis (5/12), tersangka Prasetyo mengenal Rebeca di jejaring aplikasi Michat.
Saat kenalan, Rebeca minta dibayar Rp600.000 dan diamini oleh tersangka. Padahal tersangka yang bekerja buruh bangunan itu cuma punya uang Rp. 200.000.
”Pelaku hanya membawa uang Rp 200 ribu,” ungkapnya.
Ia pun datang sekitar pukul 16.00 WITA di kamar nomor 214 penginapan atau kos korban di Kara Residence Jalan Marlboro XXI nomor 5, Denpasar Barat. Selesai berhubungan badan, korban yang hanya lulusan SMP asal Jakarta ini meminta bayaran.
Tapi pelaku yang kos di Gang Tikus nomor 4 Padangsambian, Denpasar, jadi kebingungan. Ia kemudian mengambil gunting dari saku celana dan menusuk perut, tangan dan leher korban.
”Tangan korban terluka karena melakukan perlawanan dan satu pegangan gunting juga patah,” bebernya.
Soal gunting, tersangka yang diperiksa Polisi mengaku gunting itu biasanya dipakai kerja dan sering dibawa-bawa.
Sementara terkait dengan status korban sebagai wanita panggilan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Kanit Reskrim Iptu Aji Yoga Sekar, korban diketahui sudah dua bulan tinggal di TKP dengan bayaran bulanan. Anehnya, selama ini ia tidak memiliki identitas berupa KTP. Soal ini polisi akan memeriksa pihak Kara Residence.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun