Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Jembrana Krisis Air, BPBD Salurkan 97 Ribu Liter Air Bersih
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih selama musim kemarau 2026.
Berdasarkan rekap pendistribusian, bantuan air bersih telah disalurkan sejak 25 Mei hingga 4 Agustus 2026 ke sejumlah desa, kelurahan, sekolah, hingga fasilitas umum di Kabupaten Jembrana.
Selama periode tersebut, BPBD Jembrana telah melaksanakan 21 kali pendistribusian air bersih. Total penerima bantuan mencapai 360 kepala keluarga (KK), dengan volume air bersih yang telah disalurkan mencapai 97.000 liter.
Baca juga:
Bali Dinilai Hadapi Krisis Air, Lahan, dan Overtourism, Koalisi Sipil Desak Moratorium Pariwisata
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengatakan BPBD telah menyiapkan tandon penampungan air bersih di sejumlah titik untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pasokan air. Dalam proses pendistribusian, BPBD juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jembrana.
"Dalam pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak, kami sudah menyiapkan tandon penampungan air di beberapa titik agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pasokan air. Proses distribusi ini juga mendapat dukungan dari PMI Jembrana," ujarnya.
Namun, Agus Artana mengakui pendistribusian air bersih masih menghadapi kendala, terutama terbatasnya pasokan air yang dapat diambil dari PDAM.
"Kendala yang kami hadapi saat ini adalah terbatasnya pasokan air bersih. Pengambilan air dari PDAM dibatasi hanya satu kali dalam sehari karena PDAM juga mengalami kekurangan pasokan akibat menurunnya debit air selama musim kemarau," jelasnya, Selasa (4/8/2026)
Kondisi tersebut membuat distribusi bantuan air bersih harus dilakukan secara terbatas sesuai dengan ketersediaan pasokan. BPBD Jembrana tetap melakukan pendistribusian ke wilayah yang membutuhkan selama musim kemarau berlangsung.
Sebagai solusi jangka panjang, BPBD Jembrana telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengusulkan bantuan pembangunan sumur bor di wilayah yang kerap mengalami krisis air bersih.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mengusulkan bantuan pembangunan sumur bor. Harapannya, keberadaan sumur bor nantinya dapat membantu masyarakat yang selama ini kerap mengalami krisis air bersih saat musim kemarau," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 979 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 888 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 807 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 508 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 405 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun