Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dosen Unwar Temukan Bumbu Pedetan Lemuru yang Mampu Hambat Mikroba

Senin, 16 Desember 2019, 14:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dosen Universitas Warmadewa atas nama Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, S.TP., M.Si berhasil menemukan bumbu panganan tradisional "pedetan" ikan lemuru. Bumbu yang dimaksud merupakan kombinasi dari bawang putih, ketumbar, kencur, lengkuas, jahe, cuka dan garam.

"Kombinasi bumbu ini efektif dalam memperpanjang masa simpan pedetan ikan lemuru sampai dengan 12 Minggu" ungkap Ayu Suardani saat ujian terbuka promosi doktor pada Fakultas Pertanian, Universitas Udayana pada Senin (16/12).

Pedetan merupakan salah satu produk pangan tradisional yang ada di Kabupaten Jembrana yang terbuat dari ikan lemuru, garam dan berbagai jenis bumbu, dijemur dibawah sinar matahari selama 2 sampai tiga hari, kemudian di simpan pada suhu ruang. Dimana panganan pedetan selama ini dicemari oleh kapang dan bakteri.

Jenis kapang yang sering ditemui pada pedetan ikan lemuru yaitu Aspergillus flavus, Aspergillus aculeatus, Aspergillus niger dan Aspergillus tubingensis. Sedangkan spesies bakteri yang mencemari adalah Burkholderia pseudomallei, Aeromonas hydrophila, Tatumella ptyseos dan Alcaligenes faecalis.

Menurut Ayu Suardana kedepan perlu ada perbaikan pengolahan dan pengemasan panganan pedetan sehingga dapat menjadi oleh oleh khas Jembrana. "Dari hasil penelitian tidak ada pencemaran dari bakteri coli. Namun yang ada di masyarakat adalah pedetan yang sudah disimpan cukup lama" ujar Ayu Suardani.

Ayu Suardani mengungkapkan beberapa ciri dari pedetan yang baik adalah penampakan pedetan tidak berwarna coklat gelap, bau khas bau ikan lemuru dan tidak berbau tengik. 

"Kalau sudah berbau tengik artinya tidak baik untuk dikonsumsi. Kalau rasa berbeda tergantung bumbu yang digunakan. Tekstur juga masih lentur saat di potong," papar wanita kelahiran Tabanan, 12 Juni 1970.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami