Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Rusak Usai Diresmikan Jokowi, Kejari Denpasar Kaji Kerusakan Bangunan Pasar Badung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Laporan masyarakat soal adanya kerusakan pada beberapa bagian bangunan di Pasar Badung Denpasar langsung disikapi pihak Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Denpasar. Tim Pengawal TP4D Kejari Denpasar hingga saat ini sudah dua kali melakukan peninjauan ke Pasar Badung.
Pihak Kejari Denpasar akan melakukan kajian terkait kerusakan gedung pasar yang diresmikan Presiden Jokowi belum lama ini tepatnya pada 22 Maret 2019 lalu di Jalan Gajah Mada Denpasar.
"Tadi kami sudah melakukan tinjauan kembali di lokasi. Memang ada kerusakan yang harus segera ditangani pada bagian sisi barat pondasi bangunan," ucap Jaksa Lanang, salah satu anggota tim TP4D Kejari Denpasar, Senin (16/12).
Kasi Intel Kejari Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma, menyatakan pihaknya sudah dua kali mengecek kondisi bangunan di Pasar Badung tersebut. Tujuannya, untuk melihat dari sisi hukum.
Dipastikan Gung Ary, pihaknya telah melakukan pertemuan sebelumnya dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar serta rekanan yang mengerjakan pada Jumat (13/12) lalu.
“Hasil rapat dengan Dinas PUPR disepakati akan membuat kajian dengan melibatkan para ahli. Kami segera melakukan kajian terkait jebolnya tembok tersebut,” yakinnya.
Soal apakah memang ada kesalahan pada perencanaan dan pelaksanaan dari proyek tersebut, atau memang murni karena pergeseran struktur tanah, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut.
Sebelumnya, Kadis PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy kepada awak media mengatakan, pemeliharaan Pasar Badung berakhir pada 28 Desember. Karena itu kerusakan kecil atau besar akan diperbaiki. Termasuk kajian teknisnya untuk mengetahui kerusakannya di struktur utama atau struktur tempelan.
Bangunan pasar Badung yang dikerjakan kontraktor PT Nindya Karya itu terlihat bermasalah empat bulan setelah pemasangan ornamen Bali, dimana sudah mulai tampak retak dan semakin hari retakan semakin melebar.
Namun saat itu pihak kontraktor mengatakan tidak apa-apa karena bagian yang retak bulan merupakan struktur bangunan utama. Selain ornamen hiasan tembok yang jebol, juga dilaporkan adanya kerusakan lain seperti di WC, basement, dan tempat pembuangan sampah.
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun