Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Akibat Ulah manusia, Bencana Sulit Diprediksi di Era "Antroposen"
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bumi saat ini masuk ke era "Antroposen". Di era ini, kestabilan alam mulai hilang dan dampaknya juga sulit diprediksi.
"Di era antroposen ini, secara geologis sistem bumi telah berubah drastis yang disebabkan oleh manusia. Hal ini menyebabkan kestabilan alam mulai hilang dan dampaknya sulit diprediksi. Kondisi ini berbeda dengan susunan geologi sebelumnya (era Holocene) dimana sistem bumi saat itu masih stabil sehingga kerja alam masih bisa kita prediksi,"jelas Dosen Hukum Lingkungan UGM, I Gusti Agung Made Wardana Ph.D, kepada beritabali.com, Minggu (5/1/2020).
Agung Wardana menambahkan, contoh sederhana dalam konteks Bali, di masa sebelumnya yakni era "holocene" petani Bali mengembangkan konsep "Kertamasa" dimana siklus tanam tergantung pada kerja alam berdasarkan sasih (bulan). Tapi karena kerja alam saat ini sudah berubah, "Kertamasa" tersebut sudah tidak bisa dipakai lagi sebagai pedoman bercocok tanam bagi petani.
"Cuaca dan sasih sudah jauh bergeser dari era sebelumnya. Makanya banyak petani yang bingung dengan hitung-hitungan sasih dan akhirnya gagal tanam. Makanya di era antroposen ini kita harus beradaptasi dengan ketidakpastian kerja alam,"ujarnya.
Contoh ketidakstabilan alam lainnya di era antroposen, menurut Agung adalah pergeseran musim termasuk kebakaran hutan di Australia.
"Bumi saat ini juga masuk fase Terra Incognita, yakni fase bumi yang belum kita ketahui akan kemana bumi ini bergerak,"ujarnya.
Menurut Wikipedia, Antroposen adalah kala yang bermula ketika aktivitas manusia mulai memiliki pengaruh global terhadap ekosistem Bumi. Istilah ini sudah digunakan oleh ilmuwan Soviet sejak awal 1960-an untuk menyebut Kuarter, periode geologi terkini.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5481 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3473 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2306 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1104 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan