Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Saat Harga Merangkak Naik, Petani Cabai Justru Menjerit
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Petani Cabai di Karangasem gigit jari, pasalnya seluas berhektar-hektar tanaman cabai yang berada di wilayah Kecamatan Selat dan Sidemen kondisinya terancam gagal panen.
[pilihan-redaksi]
Seperti pemandangan pada Senin (13/01/2020) siang. Hektaran tanaman Cabai yang berada di wilayah Sidemen dan Banjar Dinas Benekasa, Desa Muncan, Selat, Karangasem terlihat menghitam dan membusuk sebelum waktu panen tiba.
"Ya ini kebanyakan cabai yang masih muda tiba-tiba menghitam," terang salah seorang petani Wayan Sadi ketika memanen sisa buah cabai yang belum menghitam.
Anehnya, di tengah kondisi buah cabai yang banyak menghitam itu, bagian pohon dan daun cabai justru terlihat segar bahkan sama sekali tidak menampakkan pohon tersebut sedang terserang suatu hama atau penyakit.
Menurut Sadi, kondisi buah cabai yang menghitam tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu atau terserang suatu hama penyakit.
Kondisi ini tentu saja membuat para petani menjadi resah karena hasil panen mereka turun drastis akibat kondisi tersebut.
Dalam kondisi normal, dari dua petak lahan bisa petani bisa menghasilkan cabai sebanyak 30 kilogram sekali panen, namun setelah terserang wabah hitam tersebut kini paling banyak bisa menghasilkan cabai kisaran 10 kilogram itu pun dengan kualitas campuran.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan