Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Saat Harga Merangkak Naik, Petani Cabai Justru Menjerit
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Petani Cabai di Karangasem gigit jari, pasalnya seluas berhektar-hektar tanaman cabai yang berada di wilayah Kecamatan Selat dan Sidemen kondisinya terancam gagal panen.
[pilihan-redaksi]
Seperti pemandangan pada Senin (13/01/2020) siang. Hektaran tanaman Cabai yang berada di wilayah Sidemen dan Banjar Dinas Benekasa, Desa Muncan, Selat, Karangasem terlihat menghitam dan membusuk sebelum waktu panen tiba.
"Ya ini kebanyakan cabai yang masih muda tiba-tiba menghitam," terang salah seorang petani Wayan Sadi ketika memanen sisa buah cabai yang belum menghitam.
Anehnya, di tengah kondisi buah cabai yang banyak menghitam itu, bagian pohon dan daun cabai justru terlihat segar bahkan sama sekali tidak menampakkan pohon tersebut sedang terserang suatu hama atau penyakit.
Menurut Sadi, kondisi buah cabai yang menghitam tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu atau terserang suatu hama penyakit.
Kondisi ini tentu saja membuat para petani menjadi resah karena hasil panen mereka turun drastis akibat kondisi tersebut.
Dalam kondisi normal, dari dua petak lahan bisa petani bisa menghasilkan cabai sebanyak 30 kilogram sekali panen, namun setelah terserang wabah hitam tersebut kini paling banyak bisa menghasilkan cabai kisaran 10 kilogram itu pun dengan kualitas campuran.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3368 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1564 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan