Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sanggar Brahma Manu Wisesa, Siap "Ngayah" di Pura "Diastun Sing Mabayah"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sanggar Brahma Manu Wisesa (BMW) yang berada di Desa Tegallalang, Gianyar memiliki konsep "Ngayah Diastun Sing Mebayah", yang merupakan motto dari anak-anak sanggar ini.
[pilihan-redaksi]
Sanggar ini memberikan pemberdayaan kepada anak-anak muda di Gianyar untuk mengasah potensinya di bidang seni tari dan tabuh. Bahkan, ada juga bidang seni lainnya seperti fotografer, teater dan lainnya yang bersifat seni.
Sanggar ini merekrut anak muda yang memiliki potensi-potensi yang kurang memiliki ruang untuk meluapkan potensinya. Saat ini sanggar ini terus memberikan "ayah-ayahan" tanpa meminta bayaran di sejumlah Pura. Sanggar ini memakai sistem gotong royong dimana ada anggota atau desa yang memerlukan 'ayahan' pasti maka semuanya akan bersama-sama berkumpul dan ngayah bersama.
Untuk operasional 'ngayah' sanggar BMW memiliki kerja sama dengan Kuwarasan Hotel dimana sanggar ini dibayar per minggu untuk memperkenalkan tarian dan tabuh ke tamu-tamu mancanegara yang menginap di Hotel, dimana penari dan penabuh kebanyakan anak-anak.
Sanggar ini sudah memiliki pasar untuk berkreatifitas dan menunjang operasional ngayah di Pura. Di hotel 'mebayah' untuk 'ngayah' itulah yang dikatakan oleh pengurus sanggar BMW.
Kedepannya pengurus Sanggar Brahma Manu Wisesa akan menjadikan sanggar menjadi yayasan karena sebagian besar kegiatannya yang bersifat sosial. Adapun pengurus sanggar BMW ini diantaranya adalah Pande Made Widia, Tu Bagus Dananjaya, Satya Bhuana, Nitha Suwitri, Kadek Surya, I Wayan Mertha, dan Agus Andika.
"Mereka akan terus mengajak anak muda berkreatifitas tanpa ada 'bayahan' (bayaran) dan tetap menggunakan konsep 'ngayah' dan gotong royong. Jika ada batu-batu (punia) dari Pura untuk penghormatan ke kami, kami tetap terima dan dananya akan kami arahkan ke pemberdayaan kreatifitas anak-anak," ungkap salah satu pengurus Sanggar, Pande Made Widia.
Untuk saat ini Sanggar BMW lebih menampilkan kesenian Calonarang untuk 'ngayah' di beberapa Pura ketika ada Ida Betara Mesolah dan di beberapa kesempatan setiap bulannya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun