Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Sanggar Brahma Manu Wisesa, Siap "Ngayah" di Pura "Diastun Sing Mabayah"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sanggar Brahma Manu Wisesa (BMW) yang berada di Desa Tegallalang, Gianyar memiliki konsep "Ngayah Diastun Sing Mebayah", yang merupakan motto dari anak-anak sanggar ini.
[pilihan-redaksi]
Sanggar ini memberikan pemberdayaan kepada anak-anak muda di Gianyar untuk mengasah potensinya di bidang seni tari dan tabuh. Bahkan, ada juga bidang seni lainnya seperti fotografer, teater dan lainnya yang bersifat seni.
Sanggar ini merekrut anak muda yang memiliki potensi-potensi yang kurang memiliki ruang untuk meluapkan potensinya. Saat ini sanggar ini terus memberikan "ayah-ayahan" tanpa meminta bayaran di sejumlah Pura. Sanggar ini memakai sistem gotong royong dimana ada anggota atau desa yang memerlukan 'ayahan' pasti maka semuanya akan bersama-sama berkumpul dan ngayah bersama.
Untuk operasional 'ngayah' sanggar BMW memiliki kerja sama dengan Kuwarasan Hotel dimana sanggar ini dibayar per minggu untuk memperkenalkan tarian dan tabuh ke tamu-tamu mancanegara yang menginap di Hotel, dimana penari dan penabuh kebanyakan anak-anak.
Sanggar ini sudah memiliki pasar untuk berkreatifitas dan menunjang operasional ngayah di Pura. Di hotel 'mebayah' untuk 'ngayah' itulah yang dikatakan oleh pengurus sanggar BMW.
Kedepannya pengurus Sanggar Brahma Manu Wisesa akan menjadikan sanggar menjadi yayasan karena sebagian besar kegiatannya yang bersifat sosial. Adapun pengurus sanggar BMW ini diantaranya adalah Pande Made Widia, Tu Bagus Dananjaya, Satya Bhuana, Nitha Suwitri, Kadek Surya, I Wayan Mertha, dan Agus Andika.
"Mereka akan terus mengajak anak muda berkreatifitas tanpa ada 'bayahan' (bayaran) dan tetap menggunakan konsep 'ngayah' dan gotong royong. Jika ada batu-batu (punia) dari Pura untuk penghormatan ke kami, kami tetap terima dan dananya akan kami arahkan ke pemberdayaan kreatifitas anak-anak," ungkap salah satu pengurus Sanggar, Pande Made Widia.
Untuk saat ini Sanggar BMW lebih menampilkan kesenian Calonarang untuk 'ngayah' di beberapa Pura ketika ada Ida Betara Mesolah dan di beberapa kesempatan setiap bulannya.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5943 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2283 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan