Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
1 Pasien Positif Covid-19 di Bali Meninggal, PMI Punya Riwayat Hipertensi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan dari data tercatat per tanggal 22 April 2020, hari ini terjadi penambahan pasien sembuh meningkat menjadi 47 orang terdiri 5 orang yang merupakan PMI luar negeri yang sebelumnya menjalani perawatan, sudah boleh meninggalkan rumah sakit.
[pilihan-redaksi]
Sedangkan untuk data pasien positif kembali bertambah menjadi 152 orang terdiri 2 orang WNI yakni 1 orang transmisi lokal dan 1 orang imported case. Dari 152 orang pasien positif tersebut, terinci yakni 8 WNA dan 144 WNI, dimana 144 orang ini 115 adalah Imported Case dan 29 merupakan transmisi lokal.
Dari total ini terdapat 101 pasien yang sedang menjalani perawatan di 11 RS rujukan dan tempat karantina yang dikelola oleh Pemprov Bali. Total pasien meninggal menjadi 4 terdiri 2 WNA dan 2 WNI. Angka kematian akibat Covid-19 mencatat penambahan 1 orang yakni PMI yang sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.
Pasien meninggal tersebut berusia 53 tahun dan sempat bekerja sebagai migran Indonesia di Portugal. Selain meninggal akibat terinfeksi Covid-19 juga memiliki riwayat hipertensi. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan rumah sakit, pasien meninggal diputuskan langsung di kremasi sore tadi pukul 15.00 WITA, dilaksanakan sesuai dengan prosedur pemulasaran jenazah Covid-19.
Made Indra menyebutkan dari total keseluruhan pasien, 19,07% merupakan transmisi lokal. Meski demikian, kata dia, tetap perlu adanya komitmen bersama untuk tetap mengupayakan agar angka ini tidak bertambah, salah satunya dengan menghindari diri dari perkumpulan orang banyak serta tetap disiplin untuk menggunakan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan penerapan PHBS.
"Hal ini dilakukan karena semata-mata kita semua tidak ada yang tahu siapa yang sebenarnya positif terinfeksi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan sejauh mana kita bisa menghentikan penyebaran transmisi lokal itu semua tergantung pada sejauh mana kita mampu menerapkan disiplin diri untuk mengikuti imbauan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Karena penambahan transmisi lokal merupakan salah satu petunjuk bahwa masih adanya diantara kita yang belum disiplin.
Pemerintah Provinsi dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mengupayakan agar kasus transmisi lokal di Bali tidak bertambah, karena sebuah kebijakan yang akan diambil harus berdasarkan fakta dilapangan. Oleh sebab itu pemerintah dan gugus tugas harus berada pada posisi yang benar dalam penggunaan instrumen kebijakan, dimana fakta lapangan yang berbeda tidak membutuhkan instrumen kebijakan yang sama.
Hal ini khusus terkait dengan usulan PSBB. Selain itu beberapa yang harus disiapkan jika kebijakan PSBB itu terpaksa dilakukan di Bali adalah terjaminnya ketersediaan pangan dan obat-obatan, terjaminnya kesiapan tenaga keamanan bagi masyarakat.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3836 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang