Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Pengambilan 1.404 Rapid Test di Gilimanuk dalam Sehari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pelaksanaan rapid test guna men-screening pelaku penyeberangan lewat pintu Gilimanuk terus dilakukan. Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan hal itu tindak lanjut kebijakan Gubernur Bali guna menekan persebaran covid-19 di wilayah Bali.
[pilihan-redaksi]
”Kemarin (31 mei 2020), penggunaannya cukup tinggi, kita lakukan sebanyak 1.404 rapid tes. Hari sebelumnya juga tergolong tinggi mencapai 1.300 pelaksanaan rapid test,“ kata Arisantha dalam keterangn persnya Senin, (1/6/2020).
Sedangkan pada hari biasanya, kata Arisantha, rata rata penggunaan alat rapid test di gilimanuk mencapai 200 alat rapid perhari. Namun, Arisantha menegaskan sesuai surat edaran Gubernur Bali, pelaksanaan rapid test dibenarkan bagi pelaku perjalanan angkutan logistik dan kebutuhan pokok.
“Sebagian besar yang masuk itu para sopir, kernet l pengangkut logistik berbagai jenisnya. Ada juga pedagang–pedagang kecil membawa sayur-sayuran. Jadi kita perbolehkan. Kalau mereka pemudik atau berkunjung ke Bali, aturannya tegas dilarang. Terlebih tanpa membawa surat keterangan beebas covid berbasis rapid test akan langsung dikembalikan ke Jawa,“ kata Arisantha.
Ditambahkannya, masyarakat pengangkut logistik itu tujuannya tidak hanya ke wilayah Bali saja. Tapi ada juga yang menuju ke pulau lombok.
“Kabar baiknya, tentu dari pemeriksaan rapid test sebanyak 1.404 buah, tidak ada satupun yang dinyatakan reaktif,“ paparnya.
Menurut Arisantha, sejak diberlakukannya kebijakan rapid test di pintu masuk Gilimanuk, pada minggu 5 april 2020, total gugus tugas covid-19 Jembrana telah menghabiskan rapid test sebanyak 15.883 buah. Dari jumlah itu 58 orang dinyatakan reaktif berdasarkan pemeriksaan rapid test.
“Dari jumlah itu, warga Jembrana yang reaktif langsung dirawat di RSU Negara, sedangkan bagi warga provinsi Bali dari kabupaten lainnya dirujuk ke Denpasar. Sedangkan, bagi yang reaktif non warga ber KTP Bali, sesuai kebijakan akan langsung dikembalikan dirawat di daerah asal,” terangnya.
Guna mengantisipasi lonjakan penyeberangan dan pembawa logistik masuk Bali, pihak gugus Tugas Kabupaten Jembrana sudah menyiagakan satu pos tambahan.
“Selain di pos pmeriksaaan pelabuhan dan TIC Gilimanuk , sesuai kebijakan bapak bupati kita siapkan lokasi ketiga. Tempatnya di Anjungan Betutu Gilimanuk. Kita juga sudah siapkan petugas tambahan akan diback up analis dan perawat dari 3 RS Swasta di Jembrana. Tenaga itu dikhususkan untuk shif malam hari karena potensi pelaku penyeberangan lebih banyak dimalam hari,“ jelasnya.
Sebelumnya, pelaksanaan rapid test di Gilimanuk sebagai upaya screening arus balik, sehari-harinya mengandalkan petugas medis Jembrana sebanyak 10 orang. Mereka merupakan tenaga analis dan perawat yang diambil dari beberapa puskesmas se-jembrana. 5 orang ditempatkan di pos pelabuhan dan 5 orang lagi di pos pemeriksaan Tourist Information Centre (TIC) di areal Patung Siwa Gilimanuk.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2231 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan