Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tim Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 di Indonesia Segera Dibentuk

Kamis, 11 Juni 2020, 12:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Tim Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19 akan segera dibentuk Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Nasional (Kemenristek/BRIN). 

 

[pilihan-redaksi]
Kepala Gugus Tugas Ristek BRIN untuk COVID-19 Ali Ghufron Mukti menyampaikan, permohonan pembentukan Tim Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19 sudah diajukan kepada Presiden Joko Widodo, tim dapat ditetapkan melalui Keputusan Presiden.

 

"Saat ini, kami membentuk Tim Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19. Sudah diketahui juga oleh Pak Presiden. Melalui tim ini, kita bekerja bersama dan berkolaborasi mengembangkan vaksin COVID-19," ujar Ali saat sesi webinar Apa Kabar Vaksin COVID-19?, seperti dikutip Liputan6.com pada Rabu (10/6/2020).


"Tim ini sudah ada kerja sama dengan Bio Farma, Kemenristek BRIN, Kementerian Kesehatan, dan ada dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara juga."


Kolaborasi tim pengembangan vaksin COVID-19 juga dari para peneliti universitas dan lembaga penelitian, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Kalbe Farma.


Pengembangan jenis vaksin mRNA tengah menjadi salah satu fokus Tim Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19. Pengembangan vaksin MRNA untuk COVID-19 sedang diteliti para peneliti di dunia dan termasuk cepat memasuki uji klinis.


"Kita kerja sama kaitannya dengan pengembangan vaksin mRNA. yang mana dikembangkan dengan pendekatan protein rekombinan. Kemudian kami sudah ada kerjasama dengan Sinovac Biotech Ltd, yang mana vaksinnya termasuk dalam virus yang dimatikan (inactivated)," lanjut Ali, yang juga Staf Ahli BRIN.


Ia menyebut, pengembangan vaksin COVID-19 tidak hanya masalah perlombaan global, tetapi juga masalah alih teknologi. Dan bukan menjadi objek potensial market teknologi.


"Yang pasti, jangan sampai kita menjadi objek potensial market teknologi, melainkan fokus pada teknologi pengembangan," ujar Ali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami