Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Desa di Sekitar Danau Buyan dan Tamblingan Didorong Buat Perarem Vegetasi Lahan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana mendorong adanya perarem (aturan adat) di desa-desa yang ada sekitar Danau Buyan dan Tamblingan. Mulai dari Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada sampai Desa Gesing, Kecamatan Banjar.
Dorongan tersebut disampaikannya saat ditemui usai memimpin sosialisasi desain penataan Danau Buyan di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (24/9). Agus Suradnyana menjelaskan dirinya mendoronga agar adanya perarem mengenai vegetasi lahan di desa adat.
Mulai dari Desa Wanagiri sampai ke Desa Gesing. Perarem vegetasi ini untuk mencegah alih fungsi lahan di desa-desa sekitar Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Nantinya, dengan perarem tersebut, lahan dikembalikan ke budidaya tanaman keras yaitu kopi.
“Ini kita untuk menjaga vegetasi dan juga ketersediaan air,” jelasnya.
Selain masalah vegetasi, di Desa Wanagiri juga terdapat banyak tempat atau destinasi untuk melakukan swafoto. Pada masa pandemi Covid-19, destinasi ini semuanya ditutup. Untuk beroperasi kembali, diperlukan kedisiplinan protokol kesehatan secara ketat. Rekomendasi mengenai protokol kesehatan pun sudah didapatkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali.
“Nanti rekomendasi tersebut akan dikirim ke Kementerian LHK khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Karena BKSDA yang memiliki wewenang di wilayah destinasi swafoto tersebut,” ujar Agus Suradnyana.
Disinggung mengenai dorongan Bupati Buleleng untuk menjaga atau mencegah alih fungsi lahan di daerah sekitar Danau Buyan dan Danau Tamblingan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra mengungkapkan Dinas PUTR juga memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mengenai tata ruang. Selama ini masih terlihat banyak lahan di daerah tersebut yang beralih fungsi.
Dinas PUTR akan mengecek kembali dibantu oleh para kepala desa di wilayah tersebut. Mana kawasan-kawasan yang bisa dikembangkan dan dihijaukan kembali.
“Nanti lewat Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah pusat akan dibantu tanaman-tanaman seperti kopi. Jadi untuk vegetasinya bagus. Ke depan kopi menjadi emas hitam. Dalam artian memiliki nilai yang bagus untuk pemasaran. Di bagian atas bisa kopi robusta dan arabika,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar