Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Nelayan Kelan yang Hilang Ditemukan Bersandar di Banyuwangi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dua orang nelayan yang dikabarkan hilang saat melaut di Perairan Pantai Kelan akhirnya ditemukan, Selasa (6/10/2020). Hery Widodo (38) dan Diky (21) ditemukan sudah bersandar di Muncar, Banyuwangi dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada, S.E., M.AP. membenarkan terkait informasi penemuan nelayan yang sempat dikabarkan hilang tersebut. Ia mengatakan setelah menerima informasi tersebut pada pukul 13.30 WITA, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pos SAR Banyuwangi dengan Bapak Wahyu.
"Ririn yang merupakan istri salah satu korban melaporkan langsung bahwa suaminya dalam kondisi baik," ujar Darmada.
Diterangkan Darmada, bahwa jukung kedua nelayan itu memang sempat nyaris kehabisan bahan bakar dan terombang-ambing. Namun beruntung ada nelayan yang melintas dan memberikan bantuan bahan bakar.
"Karena kondisi cuaca kurang baik mereka memutuskan sandar di tempat yang terdekat dan aman," terangnya.
Dijelaskannya Tim SAR gabungan hari ini, Selasa (6/10/2020) telah melakukan pencarian dengan mengerahkan RIB (Rigid Inflatable Boat), rubber boat dan juga 2 jukung kelompok nelayan Kelan.
"Selain kami mengerahkan RIB, pencarian melalui udara juga dilakukan dengan menggunakan heli BO 105 yang melakukan penyisiran udara di seputaran perairan Tanah Lot," tutur Darmada.
Diberitakan sebelumnya 2 orang nelayan melaut dari Kelan menuju Selat Badung dengan menggunakan jukung pada hari Minggu. Dimana semestinya mereka sudah sandar kembali hari Senin pagi, namun tak kunjung terlihat. Hal tersebut baru dilaporkan kepada Basarnas Bali pada Senin malam.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun