Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Sutjidra Ingatkan Warga Displin Terapkan Prokes
BERITABALI.COM, BULELENG.
Saat ini Buleleng masuk dalam zona oranye atau dalam tingkat penularan sedang ditengah Pandemi COVID-19. Untuk itu, Protokol kesehatan tetap harus dilakukan dengan baik.
Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengingatkan agar masyarakat Buleleng tetap menegakkan protokol kesehatan ketika berinteraksi diluar rumah. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan.
“Saat ini, area publik atau perkantoran, pertokoan sudah banyak ada fasilitas cuci tangan. Rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, agar tangan lebih steril dari kuman, bakteri atau virus,” ujar Sutjidra, Selasa (13/10).
Ditengah Pandemi COVID-19, kata Sutjidra, semua elemen harus punya kesadaran masing-masing untuk saling menjaga dan meminimalisir penularan COVID-19. Menggunakan masker salah satu cara cukup efektif untuk mencegah penularan COVID-19.
“Pemerintah Kabupaten Buleleng secara rutin terus membagikan Masker. Dari Pemkab Buleleng diteruskan ke kecamatan dan dibagikan langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Pembagian masker bukan hanya dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng namun juga dibantu oleh jajaran pemerintahan lain ditingkat kecamatan dan pedesaan.
Sutjidra mengaku tingkat kesadaran masyarakat di Buleleng juga sudah semakin bagus dalam pemakaian masker.
“Saya melihat sudah semakin bagus di desa atau di kota, warga setiap hari menggunakan masker saat berinteraksi” ujarnya.
Dia memberikan tips, selain menerapkan protokol kesehatan, masyarakat juga wajib melakukan olahraga rutin, minimal untuk 30 menit agar badan tetap bugar dan imun meningkat. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun