Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Warga Tembok Bangun Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kepala Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara menjadi salah satu kepala desa yang inovatif dan kreatif. Di tengah Pandemi Covid-19, dia mengajak warganya yang terkena dampak langsung dari Covid-19 untuk mengelola lahan-lahan desa yang sebelumnya tandus menjadi produktif.
Diantara warga itu ada yang terkena PHK dan dirumahkan oleh perusahannya. Mereka banyak yang bekerja di Denpasar dan daerah lain, akhirnya memilih pulang kampung.
Kepala Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Dewa Komang Yudi Astara bekerja menjadi petani dengan mengelola lahan milik desa, melalui program padat karya bidang pertanian. Warga yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) diberikan pelatihan pertanian, setelah itu diberi tanggungjawab untuk mengelola lahan milik desa.
Dewa Komang Yudi Astara mengatakan, gerakan kembali bertani ini dirancang sebelum Pandemi Covid- 19 merebak. Anggaran dari APBdes Tembok digunakan secara prduktif untuk kesejahteraan masyarakatnya sendiri. Ketika pandemi Covid-19 terjadi, semakin banyak warga yang ikut bergabung dalam gerakan ini.
Gerakan kembali bertani ini merupakan salah satu gerakan untuk memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan dari pedesaan. Minimal, kebutuhan pangan di desa Tembok bisa disuplai dari desa mereka sendiri. Itulah awalnya hingga kini gerakan kembali bertani dari desa di ujung timur Kabupaten Buleleng ini menjadi percontohan bagi sejumlah desa lain.
“Kami sudah sempat panen sayur-mayur. Akhirnya, ya kebutuhan pangan warga di sini bisa terpenuhi di tengah Pandemi Covid 19,” terang Yudi.
Menurut Yudi, ada sekitar 176 warga desa Tembok yang dirumahkan dan terkena PHK oleh perusahaan lalu kembali ke kampung. Sebagian besar yang terkena dampak sempat bekerja dibidang pariwisata.
Diantara mereka , sebelumnya ada yang menjadi sopir taxi, pramuwisata, karyawan money changer maupun staf perhotelan dan agen travel.
“Kami berikan pelatihan dan mereka akhirnya bisa mandiri karena ikut gabung dalam gerakan pertanian kami. Saya kira ini langkah yang cukup strategis menyejahterakan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19,” ujarnya.
Mereka bercocok tanam berbagai jenis tanaman, mulai dari cabai, tomat, terong, kangkung, pisang lokal dan tanaman lain. Warga desa Tembok merasa gerakan ini sangat membantu perekonomian mereka ditengah Pandemi Covid-19.
“Minimal kebutuhan pangan kami sehar-hari bisa terpenuhi ditengah Pandemi ini,” kata salah satu warga Komang Sukadiana.
Warga lainnya, Nyoman Jenek juga ikut dalam gerakan kembali bertani ini. Dia setiap hari datang ke lahan pertanian untuk mengelola lahan. Mulai dari pembersihan lahan dari sampah, mencangkul, menyiram tanaman dan lainnya. Diantara warga, saat menggarap ladang juga tetap mengedepankan protokol kesehatan.
“Sehari tidak terasa bekerja. Suasana adem kan, sambil ngopi dan kegiatan lain bisa dilakukan. Seperti inilah kami sekarang di tengah Pandemi Covid-19, bekerja memperkuat ketahanan pangan,” ujar Jeneng. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang