Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
72.800 Kg Sampah Plastik Terangkut Selama "Plastic Exchange"
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Aksi "plastic exchange" di bumi seni Gianyar sudah jadi salah satu solusi pelestarian lingkungan. Terbukti sejak aksi ini dimulai, hingga kini berhasil terangkut 72.800 kilogram sampah plastik.
Masyarakat antusias, karena mendapat alat tukar berupa beras. Kebutuhan pokok ini, tentu dirasakan sangat membantu dalam situasi pandemi Covid-19, ketika roda ekonomi berjalan lamban.
Praktisi lingkungan yang Angota DPR RI I Nyoman Parta, mengapresiasi aksi ini. Bahkan, politisi asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati ini cukup sering terlibat langsung sekaligus menyumbangkan alat tukar, berupa beras maupun benda lain.
Menurut Parta, dalam sekali aksi di satu banjar bisa terkumpul sekitar 1.700 kg sampai 4.000 kg sampah plastik. Artinya, ketika aksi ini membumi maka Bali bersih dari sampah plastik bisa segera terwujud.
"Seperti di Batuyang, sekali aksi bisa dapat 4.000 kg atau 4 ton sampah plastik. Jika ditotal puluhan banjar yang sudah melakukan aksi hingga saat ini, ada lebih dari 72.800 kg yang berhasil terangkut," ungkapnya ditemui di sela "plastic exchange" di Desa Guwang, Minggu (25/10).
Menurut Parta, 'Plastic exchange' ini menjadi kegiatan yang bisa merangkul semuanya. Karena setiap masyarakat memiliki karakter yang beragam.
"Ada yang memang peduli dari hati, ada yang mau peduli agar mendapatkan sesuatu, dan ada yang memang cuek. Dengan adanya plastik exchange ini semua karakter tersebut bisa dirangkul. Jadi yang ikut memungut sampah plastik tidak hanya yang peduli dari hati saja, tetapi yang cuek pun jadi ikut karena mandapat imbalan," ujarnya.
Katanya juga, plastik exchange ini menjadi salah satu cara mencegah sampah plastik agar tidak hanjut kelaut (preventing in to ocean) dan mengotori sawah.
"Bisa dibayangkan bagaimana jika sampah plastik yang 72 ton ini sampai hanyut ke laut, mengapung-apung di tengah laut, kotor laut kita," ujarnya.
Kenapa laut, lanjutnya karena laut menjadi tempat berekrasi, laut tempat mencari makan, selain itu laut juga tempat mendapatkan uang karena pantai menjadi tempat yang paling diminati wisatawan, terakhir laut menurut di Bali, tempat mengambil tirta amerta untuk mensucikan diri.
"Ini harapan kita bersama bukan program milik perorangan," tegasnya.
Sementara untuk kelanjutan plastik exchange ini, Parta mengatakan pemeritah harus hadir, stakeholeder, pengusaha hari ikut berpartisipasi. Karena Bali bersih harapan bersama dan bisa dinikmati semua orang.
"Celah ini membuka peluang untuk semua orang, 'plastik exchange' hanya istilah kegiatan, harapan bersama Bali bersih," ujarnya.
Parta juga berkeyakinan para pengusaha pasti akan ikut ambil program ini.
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8484 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar