Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Buleleng Zona Kuning, Belajar Tatap Muka Tunggu Evaluasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Walaupun Kabupaten Buleleng kini masuk dalam zona kuning atau kategori resiko ringan dalam penyebaran Covid-19, sekolah belumlah bisa dibuka. Pembelajaran siswa masih tetap melaui dalam jaringan atau daring. Faktor resiko kesehatan masih menjadi yang utama dalam pengambilan keputusan itu. Maka itu, akan ada perubahankebiasan atau rilaku dalam aktivitas bersekolah agar tidak terjadi penularan Covid-19 di sekolah.
Kabupaten Buleleng menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Bali yang ditetapkan sebagai daerah zona kuning berdasarkan laporan harian zonasi oleh Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa menjelaskan, saat ini Pemkab Buleleng melalui Gugus Tugas masih akan melakukan evaluasi, tentang seberapa lama Buleleng akan bertahan dalam zona kuning, bahkan bisa sampai ke zona hijau.
Menurutnya, status dan zona Kabupaten/Kota di Bali selalu dirilis oleh BPBD Provinsi Bali setiap satu minggu. Terlebih lagi status dan zona suatu daerah memang bersifat dinamis, tergantung dari perkembangan kasus Covid- 19.
Kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh terkait dengan penetapan zona kuning bagi Buleleng akan tetap disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali. Salah satunya adalah menyangkut tentang proses pembelajaran tatap muka bagi sekolah.
“Mungkin kalau minggu depan masih zona kuning, kita akan evaluasi dan kita akan sampaikan kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan baru terkait dengan zona kuning, kalau bisa sih zona hijau supaya lebih kuat lagi kita menerapkan apa yang disyaratkan Kemendikbud RI,” jelas Suyasa.
Dari kondisi ini, Suyasa tidak henti-hentinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu disiplin dalam penerapan Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Buleleng, sehingga nantinya, Kabupaten Buleleng bisa berada dalam zona hijau.
“Kalau zona hijau lebih aman kebijakannya khususnya dalam hal proses belajar dengan tatap muka. Karena kalau zona oranye lagi, akan tutup lagi. Ini yang harus kita kerjakan bersama dengan masyarakat, ortu murid satgas covid dan semuanya,” ajak Suyasa.
Belum lama ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng memang sudah menyebarkan surat pernyataan kepada para orang tua siswa terkait dengan persetujuan untuk penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal itu dilakukan sebagai persiapan jika nantinya Buleleng benar-benar akan memutuskan untuk pembelajaran tatap muka.
“Kalau itu dari disdik, kalau nanti kebijakan langsung diambil tatap muka bisa langsung diberlakukan. Jadi semua persyaratan yang dibutuhkan sudah tersedia. Mereka menyiapkan begitu dibuka langsung dibuka, Karena administrasinya sudah terpenuhi,” ujar Mantan Asisten 3 Setda Buleleng ini.
Sementara itu, Plt Sekdis Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata juga mengakui masih sulit menerapkan pembelajaran tatap muka langsung karena pemerintah masih memikirkan dengan matang faktor resiko kesehatan anak-anak. Anak-anak akan menjadi aset bangsa yang besar, dan ini menjadi pemikiran utama pemerintah.
“Segala hal kita sangat memikirkan. Zona kuning tidak serta merta otomatis buka sekolah, tapi banyak pertimbangan lain. Bukan saja kesehatan, tetapi secara teknis ada juga persyaratan maksimal jumlah anak dalam satu kelas 25 persen. Nah teknisnya seperti apa masih kita petakan dulu,"ungkap Surya Bharata. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 631 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 594 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 444 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 433 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik