Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gubernur Minta OJK Prioritaskan Bank Wakaf Mikro

Senin, 9 November 2020, 22:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Membantu masyarakat lebih mudah mengakses lembaga keuangan, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr H Zulkieflimansyah meminta komitmen pemerintah memprioritaskan Bank Wakaf Mikro (BWM) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Pasalnya, sebagai salah satu lembaga keuangan syariah, BWM diharapkan dapat memulihkan ekonomi secara umum dengan bergeraknya ekonomi kerakyatan. 

Dalam kesempatan menghadiri peresmian gedung baru OJK NTB di Ampenan, Kota Mataram, Senin (9/11), Gubernur Zul menegaskan Bank Wakaf Mandiri penting menjadi program prioritas.

Pasalnya, masyarakat selama ini lebih percaya kepada rentenir karena mudah mendapatkan pinjaman. 

"Saya yakin komitmen OJK NTB dalam membantu perekonomian NTB," ujar Gubernur Zul, mengungkapkan menjadi tanggung jawab penuh OJK dalam membangun industri jasa keuangan di NTB.

Gubernur NTB berharap OJK NTB bersama stakeholder industri jasa keuangan benar-benar mewujudkan keberpihakan akses keuangan bagi masyarakat bawah dengan cara yang tidak komersil.

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, upaya pemulihan ekonomi NTB dari dampak pandemi Covid-19 bisa dipercepat. Yakni dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang masih memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan. 

Yakni dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan. Dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti Perbankan atau pasar modal.

"OJK juga sudah secara rutin memberi dukungan melalui berbagai program UMKM di sektor produktif," terang Wimboh.

Meski secara nasional kredit turun, namun NTB mengalaminya kenaikan satu persen. Data OJK menyebutkan, hingga 5 Agustus 2020, realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp 1,35 triliun, untuk 23.045 debitur bank umum. 

Sementara debitur BPR uang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur, dengan nilai Rp 252,66 miliar. Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Peresmian gedung baru OJK di atas lahan 1.865 M2 ini, dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti sistem layanan informasi keuangan. Hadir pada peresmian gedung baru OJK ini Komisi XI DPR RI, Hajah Wartiah, jajaran Forkopimda NTB, Walikota Mataram, dan perwakilan Perbankan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Humas NTB



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami