Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pola Latihan Olahraga Kedepankan Prokes

Selasa, 10 November 2020, 20:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Di tengah Pandemi Covid-19, dunia olahraga juga harus menyusun pola pelatihan olahraga yang menekankan pada protokol kesehatan. Untuk mendukung itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng memberikan workshop dan pelatihan olahraga berbasis protokol kesehatan bagi pengurus kabupaten cabang olahraga di Buleleng, Selasa 10 Nopember 2020.

Workshop ini untuk mendukung atlet dan official tetap melakukan latihan untuk menjaga prestasi olahraga namun tetap menerapkan protokol kesehatan.  Workshop diselenggarakan dalam tiga gelombang selama 10 hari dari tanggal 10 sampai 17 november 2020.

Harapannya, para pelatih dari 40 Pengkab Olahraga mampu menyusun Program Latihan berbasis Protokol Kesehatan, untuk memberikan layanan  dalam pelaksanaan pembinaan dan latihan kepada atlet, sekaligus  menjaga dan mengendalikan  tingkat penyebaran Covid –19.

“Sangat penting untuk menyusun pola pembinaan olahraga, mulaid ari sistem pelatihan, lomba dan lainnya menekankan protokol kesehatan. Yang utama adalah kesehatan namun disisi lain, atlet kita juga tidak bisa diam begitu saja tetapi mereka tetap harus aktif melakukan latihan dan berprestasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika.  

Menurut Astika, pelatihan yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari izin yang telah diberikan oleh Bupat Buleleng untuk melakukan aktivitas keolahragaan dengan mengedepankan protokol kesehatan.  Sebelumnya, Disdikpora  telah membuka sejumlah sarana-prasarana olahraga  untuk menunjang kegiatan latihan para atlet.  

Sampai saat ini sudah ada sekitar 36 cabang olahraga yang sudah melaksanakan kegiatan latihan.  Namun ada sekitar 4 cabang olahraga yang masih belum diberikan porsi latihan lantaran masih rentan terjadinya penyebaran covid-19.

“Masih ada yang tersisa 4 cabor yang belum diizinkan, karena masih rentan terjadinya penyebaran covid-19. Untuk itu kita menyusun SOP dari workshop ini dalam rangka menyiapkan para atlit-atlet khususnya untuk 36 Pencab ini,” sambungnya

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Buleleng Nyoman Artha Widnyana mengapresiasi penyusunan protokol kesehatan untuk pembinaan dan pelatihan keolahrgaan di Buleleng. Hal ini sangat menunjang aktivitas dan prestasi olahraga di Buleleng. 

“Ini adalah upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 dalam dunia olahraga,” ujarnya.

36 cabang olahraga sudah melakukan pelatihan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun hanya untuk mengikuti latihan saja, belum sampai untuk mengikuti kejuaraan secara langsung. Pemerintah akan mengijinkan bilamana ada pelrombaan keolahragaan secara virtual. 

“Untuk empat cabor yaitu tinju, tarung, rugby dan kabadi. Belum bisa dibuka  karena sangat riskan  sekali terjadi penyebaran covid-19,” pungkasnya.

Masing-masing fasilitas keolahrgaan juga diminta untuk menyediakan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan. 

“Mulai dari fasilitas, minimal di setiap pengcab ada baliho mengenai protokol kesehatan, ada tempat cuci tangan dan ketika berlatih menggunakan masker dan menjaga jarak,” pungkasnya. (NOV)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami