Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
RSUD Buleleng Didorong Pengadaan Ruangan Bertekanan Udara Negatif
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Bali Gede Suyasa mendorong adanya pengadaan ruangan dengan tekanan negatif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Ini diperlukan untuk ruang isolasi pasien dengan penyakit infeksi menular,” ujarnya saat ditemui usai mengecek ruangan di RSUD Buleleng, Selasa (10/11).
Gede Suyasa menjelaskan dalam rangka membantu RSUD untuk merawat pasien-pasien yang memerlukan ruangan isolasi khusus, diperlukan ruangan dengan tekanan udara negatif. Tekanan udara negatif dapat diwujudkan dengan alat kesehatan khusus. Isolasi tidak hanya diperuntukkan untuk covid-19 saja.
“Oleh karena itu, saya minta pak Direktur RSUD untuk mengusulkan pengadaan alatnya agar tercipta ruangan bertekanan udara negatif,” jelasnya.
Dengan adanya ruangan dengan tekanan udara negatif, bisa mendukung isolasi pasien covid-19. Baik itu yang bergejala sedang dan berat. Nantinya, kalau sudah tidak ada covid-19, bisa juga untuk mengisolasi pasien dengan penyak infeksi menular lainnya. Seperti HIV, TBC serta penyakit lainnya. Dalam jangka panjang tetap terpakai.
“Tidak hanya saat pandemi covid-19 saja. Ini adalah alat yang sangat dibutuhkan. Sehingga saya dorong untuk bisa dilakukan pengadaan,” ucap Gede Suyasa.
Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Buleleng Putu Arya Nugraha menyebutkan yang terbaik untuk ruang isolasi adalah ruangan dengan tekanan udara negatif. Tujuannya adalah jika ada lepasan mikro partikel kuman terserap dan terbuang dengan aman.
Itu merupakan ruangan dengan standar terbaik. Walaupun RSUD Buleleng belum mempunyai ruangan dengan tekanan udara negatif, WHO atau Badan Kesehatan Dunia memberikan kesempatan untuk menggunakan exhaust fan.
“Hal tersebut sudah menjadi rekomendasi dari WHO. Minimal menggunakan exhaust fan,” sebutnya.
Dengan diberikan kesempatan untuk mengusulkan pengadaan ruangan dengan alat tekanan udara negatif, pihak RSUD Buleleng akan memanfaat dan memasang alat tersebut. Penyediaan alat tekanan udara negatif tersebut kepentingannya bukan hanya saat pandemi covid-19 semata.
Tapi juga penyakit menular yang sering muncul seperti TBC. TBC menular lewat udara atau airbone. Belum lagi penyakit-penyakit baru yang penularannya lewat droplet yang tersebar di udara.
“Kita tidak pernah tahu ada penyakit baru yang penularannya airbone. Kalau kita sudah memiliki ruang isolasi dengan tekanan udara negatif, bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pasien dan juga melindungi tenaga kesehatan,” kata Arya Nugraha.
Arya Nugraha menambahkan butuh anggaran Rp1,5 miliar untuk satu sirkuit pengadaan alat tekanan udara negatif. Alatnya hanya satu namun diikuti dengan alat kesehatan penunjang lainnya.
Dengan ruangan isolasi bertekanan udara negatif, nantinya tidak hanya pelayanan kepada pasien yang bisa dijual. Pelatihan-pelatihan mengenai penanganan penyakit infeksi menular bisa juga dilakukan.
“Tidak hanya pelayanan namun juga modul-modul pelatihan kepada rumah sakit lain bisa kita jual dengan sertifikasi tentunya. Itu yang menjadi gagasan saya,” pungkasnya.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8383 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5796 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3626 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2452 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar