Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
RSUD Buleleng Perlu Ruangan Tekanan Udara Negatif
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemkab Buleleng mendorong Manajemen RSUD Buleleng untuk membangun ruangan dengan tekanan negativ yang diperuntukkan bagi isolasi pasien Covid019 maupun penyakit menular lainnya. Ruangan dengan tekanannegativ ini sangat diperlukan sesuai dengan standar WHO.
Sekda Buleleng, yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa menjelaskan ruangan bertekanan udara negatif dapat diwujudkan dengan alat kesehatan khusus sesuaid negan standar medis. Ruang ini membantu untuk masa isolasi pasien Covid-19 serta pasien lain yang mempunyai infeksi penyakit menular.
“Dengan adanya ruangan dengan tekanan udara negatif, bisa mendukung isolasi pasien covid-19. Baik itu yang bergejala sedang dan berat. Nantinya, kalau sudah tidak ada covid-19, bisa juga untuk mengisolasi pasien dengan penyak infeksi menular lainnya. Seperti HIV, TBC serta penyakit lainnya. Dalam jangka panjang tetap terpakai.” ujar Suyasa.
Direktur RSUD Buleleng Putu Arya Nugraha mengakui ruang terbaik untuk masa pasien yang melakukan isolasi adalah ruangan dengan tekanan udara negatif. Tujuannya adalah jika ada lepasan mikro partikel kuman terserap dan terbuang dengan aman. Itu merupakan ruangan dengan standar terbaik. Walaupun RSUD Buleleng belum mempunyai ruangan dengan tekanan udara negatif, WHO atau Badan Kesehatan Dunia memberikan kesempatan untuk menggunakan exhaust fan.
“Hal tersebut sudah menjadi rekomendasi dari WHO. Minimal menggunakan exhaust fan dalam penanganan Covid-19,"ujar Arya.
Arya mengaku RSUD Buleleng akan segera mengusulkan pengadaan ruangan dengan alat tekanan udara negative. butuh anggaran Rp1,5 miliar untuk satu sirkuit pengadaan alat tekanan udara negatif. Alatnya hanya satu namun diikuti dengan alat kesehatan penunjang lainnya. Dengan ruangan isolasi bertekanan udara negatif, nantinya tidak hanya pelayanan kepada pasien yang bisa dijual.
Pihak RSUD Buleleng akan memanfaat dan memasang alat tersebut. Penyediaan alat tekanan udara negatif tersebut kepentingannya bukan hanya saat pandemi covid-19 semata.
“Kita tidak pernah tahu ada penyakit baru yang penularannya airbone. Kalau kita sudah memiliki ruang isolasi dengan tekanan udara negatif, bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pasien dan juga melindungi tenaga kesehatan,” kata Arya Nugraha.
Arya Nugraha menambahkan Pelatihan-pelatihan mengenai penanganan penyakit infeksi menular bisa juga dilakukan.
“Tidak hanya pelayanan namun juga modul-modul pelatihan kepada rumah sakit lain bisa kita jual dengan sertifikasi tentunya. Itu yang menjadi gagasan saya,” pungkasnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 615 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 588 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 439 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik