Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Protokol Kesehatan “Berjarak”, Lindungi Keluarga dari Covid-19
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah merilis protokol kesehatan “Berjarak” atau Bersama jaga keluarga kita. Protokol yang dipublikasikan 9 Oktober 2020 itu bertujuan untuk melindungi keluarga dari potensi terpapar Covid-19.
Sejumlah masyarakat mengaku sudah membaca dan mengikuti protokol kesehatan keluarga itu untuk melindungi keluarga dari potensi penularan Covid-19. Ditengah pandemi yang belum berakhir, masyarakat sudah mulai paham tentang tata cara menjaga keluarga agar tidak terpapar Covid-19.
Ada sejumlah protokol yang diatur didalamnya, seperti perlindungan kesehatan keluarga, perlindungan terhadap anggota keluarga yang rentan dan beresiko, protokol penanganan ketika ada anggota keluarga yang terpapar, serta protokol ketika beraktivitas diluar rumah.
Misalnya pertama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak memberikan alur tentang perlindungan terhadap keluarga dari potensi paparan virus. Diantaranya, wajib memakai masker yang sesuai standar kesehatan, ganti masker setiap empat jam atau sebelumempat jam jika sudah lembab atau basah. Cuci masker dengan detergen dan disetrika, orang tua atau wali wajib mengawasi pemakaian masker bagi balita, anak-anak usia dibawah dua tahun hindari bertemu dengan orang lain. Jika terpaksa gunakan pelindung diri yang tidak menyebabkan kesulitan bernafas.
Masker tidak dianjurkan untuk bayi atau anak dibawah usia dua tahun, penderita pernafasan, penderita kelumpuhan, orang kehilangan kesadaran diri, dan orang yang tidakmampu melepas masker tanpa bantuan.
Selain penggunaan masker, anggota keluarga juga tetap menjaga jarak ketika beraktivitas dan bertemu dengan orang lain, meningkatkan kesehatan keluarga dengan meneapkan perilaku hidup sehat. Perilakuhidup sehat ini bisa dilakukan dengan konsumsi gizi yang seimbang, olahraga yang cukup, istirahat cukup, kelola stress, gunakan jamban yang sehat dan bersih. Memastkan ventilasi dan sanitasi rumah dan lingungan dalam kondisi baik, disinfeksi atau membersihkan benda yang disentuh secara berkala.
Kementerian juga membuat protokol perlindungan bagi anggota keluarga yang rentan dan beresiko. Anggota keluarga yang rentan diantaranya, ib hamil, ibu menyusui, ibu nifas, bayi, lansia dna penyandang disabiitas. Sementara yang disebut dengan keluarga beresiko merek ayang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid.
Untuk itu, mereka yang rentan dan beresiko harus dipastikan mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkala, berhati-hati ketika beraktivitas diluar rumah.
Salah satu warga, Ni Putu Eka Puspayani mengaku protokol kesehatan bagi keluarga yang dipublikasikan pemerintah ini sangat bermanfaat bagi keluarga untuk menghadri penularan Covid-19.
“Dalam protokol kesehatan keluarga ini juga dijelaskan tenang penanganan ketika ada yang kontak erat denan yangterkonfrmasi. Seperti apa saja kontak erat itu, sentuhan fisik danperawatan yang harus dilakukan. Jadi keluarga akan lebih waspada saja dan tidak panik menghadapi pandemic Covid-19 ini,’ ujarnya.
Informasi mengenai Covid-19, kata Eka sudah banyak bertebaran di dunia maya. Namun, warga juga mestiberhati-hati menyerap informasi agar tidak terjadi disinformasi. “Saya kira, harus paham dan telititi ketika menyerap informasi Covid-19,” ucapnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4687 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2328 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan