Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Dubes Austria Terkesan Penanganan Covid-19 di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia Johannes Peterlik yang baru bertugas sejak Agustus lalu mengatakan, dirinya terkesan dengan penanganan pandemi Covid 19 di Bali. Hal ini ditunjukan dari data yang terus membaik.
"Saya sangat tertarik dengan perkembangan Bali belakangan ini, yang tentu punya tempat khusus bagi warga di Eropa," kata Johannes saat audiensi di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar pada Jumat (27/11).
Pria yang sempat menjabat dubes di sejumlah negara ASEAN ini mengaku, untuk Eropa sendiri termasuk Austria, kasus Covid 19 menunjukkan tren meningkat termasuk di negaranya yang kini tengah lockdown total.
Bahkan diungkapkannya, angka infeksi sempat menyentuh 10 ribu orang dalam sehari di negara berpenduduk 8 juta jiwa tersebut.
"Selepas lockdown dibuka, saya pikir akan banyak warga Eropa yang ingin bepergian ke Bali, asalkan lewat kebijakan ketat," sarannya.
Dirinya pun berharap ke depan Indonesia khususnya Bali dan Austria bisa lebih meningkatkan kerjasama pada berbagai bidang.
"Kami juga punya beberapa konsep penggunaan energi bersih yang saya kira bisa membantu kebijakan-kebijakan pemerintah Bali," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster berbagi pengalaman terkait penanganan pandemi Covid-19 di Pulau Dewata. Di mana dari hari ke hari tingkat kasus penularannya menunjukkan tren penurunan.
"Kita kerja keras betul untuk menurunkan tingkat infeksi harian yang astungkara kini sudah terus menurun. Tingkat kesembuhan juga ada di angka 91 persen, ditambah tingkat kematian yang terkendali," ujar Gubernur Koster.
Gubernur Koster menyebut peran desa adat melalui perarem (aturan adat) sangat besar, karena turut membantu terciptanya disiplin protokol kesehatan (Prokes) pada masyarakat sesuai kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah.
"Karena itu kalau dibanding daerah lain, Bali termasuk baik dalam penangan pandemi Covid-19. Disiplin masyarakatnya sudah bagus," sebutnya.
Di sisi lain, Gubernur Koster tidak memungkiri, mewabahnya pandemi virus yang bermula di Wuhan, China ini menimbulkan dampak luar biasa terhadap perekonomian Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.
"Sejak bulan Maret lalu, kita zero tourism, karena kebijakan menutup penerbangan. Sekarang mulai membaik karena wisatawan domestik mulai masuk, meski ekonomi masih minus. Kita harapkan akhir tahun ini ada peningkatan lagi, karena ada libur akhir tahun," harap pria asal Sembiran, Buleleng ini.
Apabila penerbangan internasional dibuka kembali, Gubernur Koster menyatakan kesiapan Bali untuk menerima kunjungan wisatawan asing dengan segala hal diperlukan.
"Kita sudah siap sebenarnya, tinggal sekarang kebijakan pusat dan negara lain bagaimana? Kebijakan penerbangan sampai protokol kesehatan diterapkan dengan disiplin di Bali," ujarnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4562 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2363 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1628 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun