Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Buleleng Dapat Jatah 400 Ribu Vaksin Covid-19

Selasa, 1 Desember 2020, 11:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pemerintah Pusat telah melakukan sosialisasi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Informasi sementara, Kabupaten Buleleng akan mendapatkan jatah vaksin sebanyak 400 ribu vaksin. Namun belum ada jadual pelaksanaan vaksinasi covid-19. 

Sosialisasi dilakukan secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan Senin, 30 November 2020. 

Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Gede Suyasa, didampingi OPD terkait seperti Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana, serta Kadis Kominfosanti Buleleng Ketut Suweca langsung menghadiri sosialisasi tersebut sebagai bagian inti dari Satgas Percepatan Penanganan covid-19.

Dalam sosialisasi itu, Pemerintah Pusat hanya memberikan gambaran secara umum, jika pelaksanaan vaksinasi COVID-19 akan segera dilakukan. Namun untuk petunjuk teknis (juknis), serta jadwal pelaksanaan vaksinasi belum dipastikan oleh pemerintah pusat.

Dari penjelasan yang disampaikan, pelaksanaan vaksinasi akan dibagi dalam dua kategori. Yakni vaksinasi yang dibiayai pemerintah, dan vaksinasi mandiri. Khusus untuk mandiri disebutkan jika hal tersebut berlaku bagi para pelaku usaha. Sementara untuk yang dibiayai Pemerintah, masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) lebih lanjut.

Suyasa menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini juga diperkirakan akan berdampak pada struktur APBD Buleleng. Jika pelaksanaannya dilakukan tahun 2021 mendatang, maka Pemerintah Kabupaten Buleleng harus menyiapkan anggaran untuk proses vaksinasi Covid-19.

“Misalnya, vaksinasi dilakukan di tahun 2021, kan tidak mungkin kami bisa menyiapkan dana, karena APBD 2021 sudah ketok palu. Mendagri akan buat Permen yang memberi keleluasaan daerah melakukan refocusing anggaran khusus untuk vaksinasi saja,” jelas Suyasa.

Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng disebut akan mendapatkan jatah sebanyak 400 ribu vaksin. Suyasa pun mengaku akan segera melakukan rapat dengan seluruh Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng untuk melakukan persiapan. Salah satunya membentuk tim pelaksana vaksinasi.

“Jumlah itu bersifat dinamis. Kemendagri tadi menyebut, minimal dua per tiga  dari jumlah penduduk yang ada harus punya health immunity. Dalam sosialisasi tadi sih tidak disinggung oleh Menteri Kesehatan apakah yang sudah tervaksin akan betul-betul terbebas dari Covid-19,” ujarnya. 

Gede Suyasa menjelaskan setelah sosialisasi pelaksanaan vaksinasi covid-19, akan ada persiapan selanjutnya. Pada Desember ini, Satgas Penanganan Covid-19 akan menindaklanjuti hal itu. Salah satunya dengan membentuk tim pelaksana vaksinasinya. 

“Habis ini kita akan rapatkan dulu dan mempelajari ketentuan-ketentuan yang disampaikan pada Rakor tadi. Secara garis besar yang disampaikan tadi yakni baru gambaran umumnya saja. Sehingga nanti secara teknis di lapangan akan ada peraturan secara tertulis untuk dijadikan rujukan,” jelasnya. (NOV) 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami