Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perokok Berisiko Tinggi Terinfeksi Covid-19

Minggu, 6 Desember 2020, 12:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Peringatan bagi para perokok saat pandemi sangat berisiko tinggi terpapar virus corona dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Menurut Sekretaris Perhimpunan Ahli Epidomologi Cabang Bali dr I Wayan Gede Artawan, ada mekansime dan reseptor penerima di tubuh perokok itu, lebih banyak dibandingkan yang non-perokok sehingga rentan terpapar.

Demikian juga, perlu diwaspadai, sekalipun ada yang tidak merokok namun terpapar asap rokok atau sebagai perokok pasif maka juga berisiko atau rentan terhadap penyebaran Covid-19.

Karena itu, mereka selalu diingatkan mereka agar lebih berhati-hati dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan menjaga gaya hidup bersih dan sehat.

Artawan yang juga pegiat KTR dari Center for NCDs, Tobacco Control and Lung Health (Udayana Central) itu menambahkan, para perokok jika terpapar Covid-19 menjadikan  gejala  lebih berat Covid-19.

Dia juga menambahkan, dari penelusuruan diketahui, kaum laki-laki rentan terpapar Covid-19, karena perokok lebih banyak didomimasi laki-laki.

Berdasar penelitian di Indonesia dan Tiongkok, dari 100 laki -laki, 67 perokok atau 2/3-nya.  Dari 100 perempuan hanya 2 yang perokok.

"Itu salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena Covid-19,” kata Artawan didampingi Ketua Udayana Central Made Kerta Duana, dalam evaluasi akhir tahun tentang pengendalian rokok  di Denpasar Sabtu (5/12/2020).

Dia melanjutkan, setelah dipelajari ditemukan, alasan perokok bisa meningkatkan risiko terkena Covid-19, karena dari sisi reseptor atau satu penerima di tubuh .

"Virus  itu bisa masuk karena ada reseptor, reseptor perokok jauh lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok,” jelas Artawan.

Proses radikal bebas dalam kurun waktu beberapa lama di paru-paru mengakibatkan radang  yang meningkatkan jumlah reseptor tersebut.

Karena cukup banyak jumlah reseptor tersebut,  sekalipun virus dalam jumlah sedikit jika terhirup akan ditangkap oleh reseptor sehingga   menyebabkan infeksi virus di tubuh berkembang biak.

Selain itu, terjadi penurunan dari  sistem imun pada saluran pernapasan yang diakibatkan proses peradangan  karena terpapar asap rokok dalam jangka waktu lama.

Jadi, sistem kekebalan tubuh  yang bertugas menolak virus ini masuk berkurang. Saat virus ini masuk  ke dalam tubuh maka sulit dikeluarkan lagi.

Diungkapkan pula, perokok lebih cenderung menyentuh wajah dan mulut, sehingga menimbulkan infeksi dengan kontak tangan. Hal itu kemudian menyebabkan pengaruh terhadap penularan corona.

Demikian juga, saat merokok sambil ngobrol sehingga penularan langsung dari saluran pernapasan ke orang di sekitarnya. (mat)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Tim Liputan COVID



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami