Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Perokok Berisiko Tinggi Terinfeksi Covid-19
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peringatan bagi para perokok saat pandemi sangat berisiko tinggi terpapar virus corona dibandingkan mereka yang tidak merokok.
Menurut Sekretaris Perhimpunan Ahli Epidomologi Cabang Bali dr I Wayan Gede Artawan, ada mekansime dan reseptor penerima di tubuh perokok itu, lebih banyak dibandingkan yang non-perokok sehingga rentan terpapar.
Demikian juga, perlu diwaspadai, sekalipun ada yang tidak merokok namun terpapar asap rokok atau sebagai perokok pasif maka juga berisiko atau rentan terhadap penyebaran Covid-19.
Karena itu, mereka selalu diingatkan mereka agar lebih berhati-hati dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan menjaga gaya hidup bersih dan sehat.
Artawan yang juga pegiat KTR dari Center for NCDs, Tobacco Control and Lung Health (Udayana Central) itu menambahkan, para perokok jika terpapar Covid-19 menjadikan gejala lebih berat Covid-19.
Dia juga menambahkan, dari penelusuruan diketahui, kaum laki-laki rentan terpapar Covid-19, karena perokok lebih banyak didomimasi laki-laki.
Berdasar penelitian di Indonesia dan Tiongkok, dari 100 laki -laki, 67 perokok atau 2/3-nya. Dari 100 perempuan hanya 2 yang perokok.
"Itu salah satu faktor yang meningkatkan risiko terkena Covid-19,” kata Artawan didampingi Ketua Udayana Central Made Kerta Duana, dalam evaluasi akhir tahun tentang pengendalian rokok di Denpasar Sabtu (5/12/2020).
Dia melanjutkan, setelah dipelajari ditemukan, alasan perokok bisa meningkatkan risiko terkena Covid-19, karena dari sisi reseptor atau satu penerima di tubuh .
"Virus itu bisa masuk karena ada reseptor, reseptor perokok jauh lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok,” jelas Artawan.
Proses radikal bebas dalam kurun waktu beberapa lama di paru-paru mengakibatkan radang yang meningkatkan jumlah reseptor tersebut.
Karena cukup banyak jumlah reseptor tersebut, sekalipun virus dalam jumlah sedikit jika terhirup akan ditangkap oleh reseptor sehingga menyebabkan infeksi virus di tubuh berkembang biak.
Selain itu, terjadi penurunan dari sistem imun pada saluran pernapasan yang diakibatkan proses peradangan karena terpapar asap rokok dalam jangka waktu lama.
Jadi, sistem kekebalan tubuh yang bertugas menolak virus ini masuk berkurang. Saat virus ini masuk ke dalam tubuh maka sulit dikeluarkan lagi.
Diungkapkan pula, perokok lebih cenderung menyentuh wajah dan mulut, sehingga menimbulkan infeksi dengan kontak tangan. Hal itu kemudian menyebabkan pengaruh terhadap penularan corona.
Demikian juga, saat merokok sambil ngobrol sehingga penularan langsung dari saluran pernapasan ke orang di sekitarnya. (mat)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 3470 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3411 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2004 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan