Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Disdikpora Rancang Simulasi Tatap Muka
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng berencana untuk melakukan simulasi pembelajara tatap muka (ptm). Rencananya, pembelajaran tatap muka di sekolah akan dimulai Januari 2021.
Namun, ada sejumlah persyaratan sebelummelkaukan simulasi, yakni setiap satuan pndidikan harus mengajukan permohonan tatap muka dan akan dievaluasi oleh Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga.
Saat simulasi, sarana penyiapan penerapan protokol kesehatan sudah harus dilengkapi sehingga penerapan 3M bisa terlaksana dnegan baik.
Satuan pendidikan sudah harus menyosialisasikan 3M kepada orangtua siswa sekaligus meminta ijin kepada orang tua siswa secara tertulis.
Salah satu prayarat yakni sekolah mewajibkan untuk memakai masker, menjaga jarak, memastikan ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer.
“Ini hal penting, harus mampu mengakses layanan kesehatan. Petugas kesehatan desa misalnya bidan. Paling tidak ada koordinasi. Misalnya ada yang terpapar bisa segera di tangani,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Made Astika.
Astika menambahkan, satuan pendidikan tetap harus mengajukan permohonan izin tatap muka untuk memastikan kesiapan sekolah. Setelah itu, sekolah akan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka yang nantinya akan dimonitor langsung oleh tim dari Disdikpora.
“Prosesnya setiap satuan pendidikan mengajukan permohonan izin tatap muka, nanti kami yang evaluasi dan kita ajukan ke pimpinan” sambungnya.
Astika menambahkan, Skema PTM dirancang lebih menekankan pada pembatasan jumlah siswa yang belajar dalam satu kelas. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jumlah siswa dibatasi 5 orang saja. Namun pada satuan pendidikan dasar dan menengah maksimal 16 orang. Sehingga akan ada pengaturan jadwal dan sif pembelajaran.
“Nanti sudah ada SOP semuanya yang sudah dituangkan di SKB empat menteri. Mulai dari anak-anak berangkat sekolah sampai mereka kembali pulang” imbuhnya
Dalam penerapan pembelajaran tatap muka nantinya akan bersifat bervariatif antara satu desa karena disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
“Memang banyak perubahan yang terbaru tanpa ditentukan zona semua kebijakan diserahkan kepada pemerintah daerah yang paling memahami dan tahu kondisi daerahnya,” ujarnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 288 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 218 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 212 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 191 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 186 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar