Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Disdikpora Rancang Simulasi Tatap Muka
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng berencana untuk melakukan simulasi pembelajara tatap muka (ptm). Rencananya, pembelajaran tatap muka di sekolah akan dimulai Januari 2021.
Namun, ada sejumlah persyaratan sebelummelkaukan simulasi, yakni setiap satuan pndidikan harus mengajukan permohonan tatap muka dan akan dievaluasi oleh Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga.
Saat simulasi, sarana penyiapan penerapan protokol kesehatan sudah harus dilengkapi sehingga penerapan 3M bisa terlaksana dnegan baik.
Satuan pendidikan sudah harus menyosialisasikan 3M kepada orangtua siswa sekaligus meminta ijin kepada orang tua siswa secara tertulis.
Salah satu prayarat yakni sekolah mewajibkan untuk memakai masker, menjaga jarak, memastikan ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer.
“Ini hal penting, harus mampu mengakses layanan kesehatan. Petugas kesehatan desa misalnya bidan. Paling tidak ada koordinasi. Misalnya ada yang terpapar bisa segera di tangani,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Made Astika.
Astika menambahkan, satuan pendidikan tetap harus mengajukan permohonan izin tatap muka untuk memastikan kesiapan sekolah. Setelah itu, sekolah akan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka yang nantinya akan dimonitor langsung oleh tim dari Disdikpora.
“Prosesnya setiap satuan pendidikan mengajukan permohonan izin tatap muka, nanti kami yang evaluasi dan kita ajukan ke pimpinan” sambungnya.
Astika menambahkan, Skema PTM dirancang lebih menekankan pada pembatasan jumlah siswa yang belajar dalam satu kelas. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jumlah siswa dibatasi 5 orang saja. Namun pada satuan pendidikan dasar dan menengah maksimal 16 orang. Sehingga akan ada pengaturan jadwal dan sif pembelajaran.
“Nanti sudah ada SOP semuanya yang sudah dituangkan di SKB empat menteri. Mulai dari anak-anak berangkat sekolah sampai mereka kembali pulang” imbuhnya
Dalam penerapan pembelajaran tatap muka nantinya akan bersifat bervariatif antara satu desa karena disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
“Memang banyak perubahan yang terbaru tanpa ditentukan zona semua kebijakan diserahkan kepada pemerintah daerah yang paling memahami dan tahu kondisi daerahnya,” ujarnya. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 629 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 593 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 443 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 430 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik