Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Usai Disuntik Vaksin Malah Positif Covid-19, Ini Penjelasan Lengkap Dokter
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sejumlah orang yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 masih berpotensi terkena paparan Covid-19. Seperti yang terjadi pada Bupati Sleman, Sri Purnomo, serta beberapa kasus di luar negeri.
Kondisi ini juga terjadi pada 240 warga Israel yang sudah divaksin tapi juga dinyatakan positif Covid-19, pada 3 Januari 2020.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI), dr. Erlina Burhan menjelaskan beberapa faktor penyebab orang terpapar Covid-19 usai menjalani vaksinasi beberapa hari sebelumnya.
"Kekebalan tubuh terhadap Covid-19 tidak bisa langsung terbentuk setelah divaksin. Misalnya, pada vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech, imunitas baru bisa terbentuk 12 hari setelah disuntik vaksin," katanya dikutip dari Detikcom, Minggu (24/1/2021).
Sebelumnya, dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia memberikan penjelasan perihal kabar Bupati Sleman Sri Purnomo yang positif terjangkit Covid-19 usai divaksinasi dengan menggunakan vaksin Covid-19 Sinovac. Siti menyampaikan keprihatinan atas situasi yang menimpa Sri Purnomo.
"Kami sampaikan kondisi beliau saat ini baik dan tidak menunjukkan gejala apapun. Beliau saat ini hampir berusia 60 tahun dan beliau sedang melakukan isolasi mandiri di rumah dinas," ujarnya.
Siti menjelaskan, Sri Purnomo divaksinasi Covid-19 untuk suntikan pertama per 14 Januari 2021. Sementara itu suntikan kedua belum dilakukan.
"Kita ketahui bahwa vaksin Sinovac atau CoronaVac adalah vaksin berisi virus mati atau inactivated. Jadi hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi. Jika melihat rentang dari bapak bupati maka waktu sangat mungkin pada saat bapak bupati divaksinasi beliau ini berada dalam masa-masa inkubasi Covid-19 di mana tentunya sudah terpapar virus tapi tidak menunjukkan gejala," kata Siti.
Di sisi lain, berdasarkan timeline Pfizer - BioNTech, vaksin yang berbeda dari Sinovac China, disebutkan bahwa setelah dosis pertama disuntikkan, imunitas baru akan terbentuk pada hari ke 12. Kemudian hari ke 21 suntik dosis kedua vaksin. Lalu bisa dikatakan mencapai imunitas penuh pada hari ke-28 yang dibuktikan dari jumlah antibodi. Makanya, setelah vaksin masih ada kemungkinan terinfeksi virus Covid-19.
Lebih lanjut, dr. Erlina Burhan mengatakan bisa saja orang-orang tersebut sudah terinfeksi virus sebelum atau sedang dalam masa inkubasi saat menerima vaksin, sehingga dinyatakan positif usai divaksinasi.
Selain itu Erlina menjelaskan orang yang terkena covid usai mendapat kekebalan tubuh dari vaksin, maka gejalanya tidak akan parah.
"Memang resiko terjangkit Covid-19 ini akan tetap ada setelah diberikan vaksin, namun resiko akan lebih rendah. kalau pun terjangkit, gejala klinisnya juga ringan," katanya.
Contohya, pada 25 relawan uji klinis vaksin Sinovac di Bandung yang dinyatakan positif Covid-19. Dari 25 relawan tersebut, 7 di antaranya adalah penerima vaksin Corona, sementara 18 lainya disuntik plasebo, bukan vaksin.
Ketua Riset Uji Klinis Vaksin Corona, Prof. Kusnadi Rusmil mengatakan, 7 relawan penerima vaksin yang dinyatakan positif Covid-19 hanya mengalami gejala ringan.
"Dari yang 7 dapat vaksin itu semua ringan, kalau kita bagi level beratnya 1,2,3 dan 4. Nah, ini level 1 dan level 2, kebanyakan level 1, jadi nggak ada yang berat," jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3775 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang